RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 28 legislator menerima apresiasi dalam Malam Penganugerahan Parliamentary Awards 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Semarang Academy, Jumat (31/7/2026) malam. Acara berlangsung berkelas dan penuh kehangatan di Diamond Ballroom, Quest Hotel Simpanglima Semarang.
Dikemas secara elegan, rangkaian acara diawali dengan gala dinner pukul 18.00, sebelum memasuki sesi penganugerahan pada pukul 19.00 WIB. Suasana mewah ruang ballroom diperkaya dengan penampilan New Malibu Band, yang menyajikan musik berkelas dan lagu-lagu bernuansa semangat sehingga menjadikan malam penghargaan berlangsung hidup dan berwarna.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para legislator di DPR RI, DPRD Provinsi Jateng dan DPRD Kabupaten/Kota. Mereka merupakan sosok-sosok wakil rakyat yang telah memberikan kontribusi nyata dalam melayani masyarakat.
Di tengah dinamika pembangunan wilayah dan meningkatnya harapan publik terhadap kinerja wakil rakyat, diperlukan sebuah ruang apresiasi yang objektif dan bermartabat untuk mengakui kerja-kerja legislator yang benar-benar menjalankan mandat rakyat secara sungguh-sungguh. Apresiasi tersebut tidak dimaksudkan sebagai glorifikasi personal, melainkan sebagai upaya menumbuhkan budaya kinerja, etika publik, dan keteladanan di lingkungan legislatif.
Malam penganugerahan semalam dihadiri sejumlah tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat Jawa Tengah. Dari tingkat nasional, hadir Anggota DPR RI wakil Jawa Tengah Sofwan Dedy Ardiyanto dan Nafa Urbach. Di tingkat DPRD Provinsi Jateng terdapat Wakil Ketua DPRD Mohammad Saleh dan sejumlah anggota Endro Dwi Cahyono, Ja’far Shodiq, Kartina Sukawati, Bagus Suryokusumo dan Padmasari Mestikajati.
Sejumlah ketua DPRD kabupaten/kota di Jateng tak mau ketinggalan. Yakni Kadar Lusman (Kota Semarang), Zayinul Fata (Kabupaten Demak), Bondan Marutohening (Kabupaten Semarang), Mahfud Sodiq (Kabupaten Kendal), Suudi (Kabupaten Batang), Eko Prasetyo Heru Wibowo (Kabupaten Wonosobo), Dance Ishak Palit (Salatiga), dan Mohammad Azmi Basyir (Kota Pekalongan). Juga sejumlah wakil ketua dan anggota dewan lainnya.
Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi mengatakan, Demokrasi sesungguhnya bukan hanya tentang sistem. Ia hidup karena ada orang-orang yang bersedia mengabdikan dirinya untuk rakyat.
“Ada mereka yang memilih hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, menampung harapan, lalu membawa suara suara itu ke ruang kebijakan. Dan malam ini kami memberi penghormatan kepada orang-orang yang memilih jalan pengabdian itu,” katanya.
Jawa Pos Radar Semarang meyakini bahwa di balik dinamika politik yang sering terlihat di permukaan, terdapat kerja-kerja besar yang tidak selalu tampak oleh publik. Ada legislator yang bekerja dalam senyap, memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui rapat-rapat panjang, pembahasan kebijakan, pengawasan pembangunan, hingga memastikan bahwa suara rakyat tidak berhenti hanya sebagai keluhan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari keputusan negara.
“Bangsa ini membutuhkan demokrasi yang tidak hanya ramai dalam perdebatan, tetapi juga kuat dalam keteladanan. Kita membutuhkan wakil rakyat yang bukan hanya hadir di ruang sidang, tetapi juga hadir di hati masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini Anggota Komisi IX DPR RI Nafa Urbach turut memberikan sambutan. Ia menyebut penghargaan Parlementary Awards yang diterimanya menjadi motivasi untuk bekerja lebih maksimal dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya di daerah pemilihannya.
Nafa mengatakan penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh warga di daerah pemilihan (Dapil) VI. Menurutnya, penghargaan itu menjadi amanah untuk terus meningkatkan kinerja sebagai wakil rakyat.
"Penghargaan Parlementer Award ini saya persembahkan untuk warga Dapil VI. Ke depan saya ingin bekerja dengan lebih semangat lagi untuk masyarakat," ujar Nafa.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Komisi V Sofwan Dedy Ardyanto yang juga naik panggung turut mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjaga semangat persatuan meski berasal dari latar belakang partai politik yang berbeda.
Ia menilai momentum tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan tidak menghalangi kebersamaan dalam membangun bangsa.
"Saya minta kita semua tepuk tangan. Malam hari ini berbagai partai dikumpulkan di Parliamentary Awards Radar Semarang menjadi satu. Beda partai, beda tingkatan, tetapi tetap bersatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika," ujar Sofyan.
Menutup sambutannya, Sofyan menyampaikan pantun singkat sebagai ajakan untuk terus menjaga kekompakan. "Ayu Ting Ting anak yang satu, yang penting malam hari ini kita bersatu."
Acara berlangsung meriah dengan dikemas secara formal, elegan, dan inspiratif melalui rangkaian gala dinner, pemutaran video profil penerima penghargaan, penyerahan piala/trofi dan piagam penghargaan, hingga hiburan. Seluruh penerima penghargaan melalui proses penilaian bersama Radar Semarang Academy, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, pelatihan, riset, jurnalistik, dan pengembangan sumber daya manusia. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi