Misteri Kematian Taruna Akpol Semarang di Gedung Hoegeng, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:03 WIB
Grafis.
Grafis.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suasana Akademi Kepolisian (Akpol) di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, mendadak berduka.

Seorang taruna Akpol berinisial AMM (19), asal pengiriman Polda Papua Barat Daya, meninggal dunia setelah ditemukan terjatuh dari lantai tiga Gedung Hoegeng, Kamis (30/7/2026) malam.

Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian sekitar 340 taruna dan taruni tengah menjalani rangkaian kegiatan pendidikan di lingkungan Akpol. Usai kegiatan, seluruh peserta kembali ke Gedung Hoegeng untuk bersih diri, melaksanakan salat, makan malam, kemudian mengikuti apel pengecekan kekuatan sebagai persiapan pendidikan dasar integrasi di Magelang.

Baca Juga: Taruna Akpol Ditemukan Tewas, Diduga Lompat Lantai Tiga Gedung Hoegeng 

Pada pengecekan pertama usai makan malam, seluruh taruna dinyatakan lengkap. Namun sekitar pukul 19.00 WIB, saat dilakukan pengecekan ulang, pengasuh mendapati satu taruna tidak berada di barisan. Pencarian pun langsung dilakukan.

Sekitar pukul 19.45 WIB, terdengar teriakan dari arah Gedung Hoegeng. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat berada di atas tembok pembatas lantai tiga. Korban kemudian kehilangan keseimbangan, kembali naik ke atas pembatas, lalu diduga melompat hingga terjatuh ke bawah.

Korban yang menempati Kamar 37 lantai tiga Gedung Hoegeng segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Akpol. Namun, tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

Petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, Keluhan Muncul Sejak Malam hingga Ratusan Siswa Ditangani Medis

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yulianto membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi mengalami luka sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Memang benar tadi malam kurang lebih jam 19.30 almarhum ini ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi luka. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Akpol untuk dilakukan penanganan secara medis. Namun yang bersangkutan tidak bisa tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (31/7/2026).

Yulianto menjelaskan, korban baru menjalani pendidikan di Akpol sebagai persiapan mengikuti latihan integrasi bersama taruna TNI di Magelang.

"Iya, baru. Jadi, mereka pendidikan minggu ini di Akpol. Kemudian setelah ini kan mereka akan bergabung dengan teman-temannya Taruna TNI yang ada di Magelang," katanya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab korban ditemukan dalam kondisi terjatuh dengan memeriksa rekan-rekan korban maupun pihak yang terakhir berinteraksi dengannya.

"Jadi, nanti kan belum tahu yang bersangkutan kenapa bisa ditemukan dalam kondisi jatuh itu. Sementara masih dalam pendalam menggali keterangan dari teman-teman korban, termasuk, yang kemudian berinteraksi dengan korban," ujarnya.

Baca Juga: Siswa SMKN 6 Semarang Ceritakan Gejala Usai Santap MBG, Dari Diare hingga Mual

Terkait luka yang menyebabkan korban meninggal dunia, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis.

"Itu perlu pemeriksaan secara mendalam oleh medis. Sementara saya belum mendapatkan keterangan dari eh dokter yang menangani," katanya.

Saat ini jenazah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di Makassar.

"Kami sampaikan juga sudah mendapatkan informasi dari keluarga korban, bahwa keluarga korban menerima hal ini sebagai musibah yang tentu saja ini mudah-mudahan tidak merepotkan siapa pun," katanya.

Mewakili keluarga besar Polri, Yulianto turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Mudah-mudahan almarhum bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, diampuni segala kesalahannya, dan keluarga bisa tabah menerima dengan eh ikhlas," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
Gedung Hoegeng Taruna Akpol meninggal dunia akpol semarang polda jawa tengah taruna akpol