Kronologi Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, Keluhan Muncul Sejak Malam hingga Ratusan Siswa Ditangani Medis

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:51 WIB
Suasana SMKN 6 Semarang pasca tumbang keracunan MBG, Jumat (31/7) siang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 
Suasana SMKN 6 Semarang pasca tumbang keracunan MBG, Jumat (31/7) siang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dugaan keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang diduga bermula pada Kamis (30/7) malam.

Beberapa jam setelah menyantap menu MBG berupa ayam rendang dan sayur daun singkong, sejumlah siswa mulai mengeluhkan diare, mual, hingga sakit perut.

Saat kembali masuk sekolah pada Jumat (31/7) pagi, para siswa saling bertanya mengenai kondisi mereka. Dari percakapan itu, diketahui banyak siswa dari berbagai kelas mengalami keluhan serupa.

Helena, siswi kelas XII Kecantikan 1, mengaku mengalami diare sejak malam setelah menyantap MBG. Menurut dia, keluhan ternyata tidak hanya dialaminya seorang diri.

Baca Juga: Siswa SMKN 6 Semarang Ceritakan Gejala Usai Santap MBG, Dari Diare hingga Mual

“MBG-nya kemarin. Pada diare malamnya. Paginya saling tanya, kamu semalam mencret atau diare nggak. Ternyata satu kelas. Ditanya kelas lain juga ada,” tuturnya.

Keluhan terus bertambah hingga sekitar pukul 10.30. Siswa yang merasa sakit diminta menuju Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendapatkan penanganan awal.

Tak lama kemudian, pihak sekolah menghubungi Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera. Tiga ambulans bersama tenaga medis datang ke sekolah untuk memberikan penanganan kepada para siswa.

Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan, dirinya tengah berada di Jakarta untuk mendampingi kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Meski demikian, ia langsung berkoordinasi dengan tim sekolah setelah menerima laporan dugaan keracunan.

“Posisi saya di Jakarta karena mendapat tugas dari Cabdin untuk mendampingi LKS. Tapi saya sudah berkoordinasi dengan tim di sekolah dan menginstruksikan untuk penanganan terkait indikasi keracunan itu,” katanya.

Sekitar pukul 11.00, sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal. Keputusan itu diambil setelah semakin banyak siswa mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Helena menyebut ada siswa yang harus mendapatkan infus. Bahkan, ada yang mengalami kejang dan mual.

“Jam 11 diumumkan pulang lebih awal karena ada yang sampai diinfus, ada yang kejang dan mual-mual,” ungkapnya.

Menurut Helena, kondisi makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya juga sempat menjadi perhatian para siswa. Ia mengaku melihat bagian dalam ayam masih berwarna kemerahan. Sementara seorang temannya menemukan ulat pada sayur daun singkong.

Baca Juga: 690 Siswa SMKN 6 Semarang Laporkan Keluhan Usai Santap MBG, Empat Dirujuk ke Rumah Sakit

“Ayamnya seperti belum matang, masih ada merahnya. Teman juga menemukan ulat di sayur daun singkong,” katanya.

Keluhan serupa juga dirasakan Aura, siswi kelas XI Busana 2. Dari 33 siswa di kelasnya, cukup banyak yang mengalami mulas.

“Sekelas rata-rata banyak yang mules, tapi tidak sampai parah. Aku juga mules dan sempat mual semalam,” katanya.

Aura juga menilai kualitas makanan yang diterimanya kurang baik.

“Menurut aku sayurnya seperti sudah kurang enak. Ayamnya di dalam kurang matang, masih merah,” ujarnya.

Di tengah penanganan tersebut, Laila, siswi kelas XII Kuliner, ikut membantu teman-temannya yang mengalami keluhan kesehatan.

“Beberapa ada yang dirujuk ke RS dan puskesmas. Ada yang diinfus di sini juga. Sepertinya adik kelas juga ada yang diinfus,” tuturnya.

Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan melalui Google Form untuk mengetahui jumlah siswa yang mengalami keluhan. Hingga siang, sekitar 690 laporan telah masuk dengan berbagai gejala, mulai dari pusing, mual, diare hingga muntah.

“Data masih berkembang. Kami sebar Google Form untuk seluruh siswa. Data yang baru masuk sekitar 690-an, dengan indikasi macam-macam. Ada yang pusing, mual, diare, muntah,” jelas Berti.

Menurut Berti, langkah cepat dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang.

“Begitu ada indikasi beberapa anak merasakan sakit, kami berinisiatif menghubungi Dinas Kesehatan Kota. Alhamdulillah sudah hadir tiga ambulans dari tim medis di sekolah untuk membantu menangani,” ungkap Berti.

Sebagian besar siswa yang mengalami keluhan mendapat penanganan di sekolah. Namun, beberapa orang tua memilih membawa anak mereka ke rumah sakit.

Baca Juga: Perombakan Besar di Pemkot Salatiga, 30 Pejabat Resmi Dilantik

“Untuk indikasi keracunan atau mual-mual, pusing itu sebenarnya sudah diatasi di sekolah bersama Puskesmas Halmahera. Cuma ada beberapa orang tua yang mungkin khawatir, jadi tadi dirujuk ke rumah sakit. Kami ikuti saja,” katanya.

Dari laporan sementara, empat siswa dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dan Rumah Sakit Wongsonegoro.

“Tidak banyak yang ke rumah sakit. Kalau tidak salah sekitar empat orang,” ujarnya.

Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil.

“Untuk sementara dari pihak SPPG dan Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah melakukan pengecekan di laboratorium. Kami juga masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah Haris Wahyudi membenarkan adanya laporan dugaan keracunan yang dialami siswa SMKN 6 Semarang.

“Iya, betul. Tadi baru saja mendapat laporan ada dugaan keracunan. Keluhan anak-anak itu diare, rata-rata setelah mengonsumsi MBG,” kata Haris.

Menurut Haris, penanganan medis menjadi langkah utama sebelum penyebab pasti dapat dipastikan.

“Langsung koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota dan puskesmas. Intinya ditangani dulu,” jelasnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
dugaan keracunan MBG siswa diare massal kronologi keracunan siswa makanan bergizi gratis SMKN 6 Semarang