Siswa SMKN 6 Semarang Ceritakan Gejala Usai Santap MBG, Dari Diare hingga Mual

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:48 WIB
Suasana SMKN 6 Semarang pasca tumbang keracunan MBG, Jumat (31/7) siang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 
Suasana SMKN 6 Semarang pasca tumbang keracunan MBG, Jumat (31/7) siang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Keluhan kesehatan yang dialami siswa SMKN 6 Semarang usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) ternyata mulai dirasakan sejak Kamis (30/7) malam.

Saat kembali masuk sekolah pada Jumat (31/7), para siswa saling bertanya dan mendapati banyak teman mengalami gejala serupa, mulai dari diare, mual, hingga pusing.

Hingga siang, sekitar 690 laporan keluhan kesehatan telah dihimpun pihak sekolah melalui formulir daring. Sejumlah siswa mendapatkan penanganan medis di sekolah, sementara empat siswa dirujuk ke rumah sakit. Aktivitas belajar mengajar pun dihentikan lebih awal sekitar pukul 11.00.

Baca Juga: 690 Siswa SMKN 6 Semarang Laporkan Keluhan Usai Santap MBG, Empat Dirujuk ke Rumah Sakit

Helena, siswi kelas XII Kecantikan 1, mengaku mulai mengalami diare sejak malam setelah menyantap MBG. Awalnya ia mengira hanya dirinya yang mengalami keluhan. Namun, saat tiba di sekolah, ternyata banyak teman sekelas maupun kelas lain merasakan hal yang sama.

“MBG-nya kemarin. Pada diare malamnya. Paginya saling tanya, kamu semalam mencret atau diare nggak. Ternyata satu kelas. Ditanya kelas lain juga ada,” tuturnya.

Sekitar pukul 10.30, siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya diminta menuju UKS. Tak lama berselang, ambulans dan tenaga medis datang ke sekolah untuk memberikan penanganan. Pihak sekolah kemudian mengumumkan pemulangan lebih awal.

Baca Juga: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Didakwa Terima Rp568 Juta untuk THR, Sekda Satmoko Danardono Disebut Jadi Pengumpul Uang

Helena menyebut ada siswa yang harus mendapatkan infus. Bahkan, menurutnya, ada yang mengalami kejang dan mual.

“Jam 11 diumumkan pulang lebih awal karena ada yang sampai diinfus, ada yang kejang dan mual-mual,” ungkapnya.

Menurut Helena, menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya terdiri atas ayam rendang dan sayur daun singkong.

Ia mengaku mendapati bagian dalam ayam masih berwarna kemerahan. Sementara salah seorang temannya menemukan ulat pada sayur daun singkong.

“Ayamnya seperti belum matang, masih ada merahnya. Teman juga menemukan ulat di sayur daun singkong,” katanya.

Keluhan serupa juga dirasakan Aura, siswi kelas XI Busana 2. Dari 33 siswa di kelasnya, cukup banyak yang mengeluhkan sakit perut. Ia sendiri mengalami mulas dan mual sejak malam.

“Sekelas rata-rata banyak yang mules, tapi tidak sampai parah. Aku juga mules dan sempat mual semalam,” katanya.

Aura menilai kondisi makanan yang diterimanya kurang baik. Sayur daun singkong terasa kurang segar, sementara bagian dalam ayam masih terlihat kemerahan.

Baca Juga: Fadia Arafiq Bantah Perintah Menangkan PT RNB, Kesaksian OPD Pemkab Pekalongan Berkata Lain

“Menurut aku sayurnya seperti sudah kurang enak. Ayamnya di dalam kurang matang, masih merah,” ujarnya.

Sementara itu, Laila, siswi kelas XII Kuliner, ikut membantu proses penanganan teman-temannya yang mengalami keluhan kesehatan.

Ia menyebut beberapa siswa mendapatkan infus di sekolah, sedangkan lainnya dirujuk ke rumah sakit maupun puskesmas.

“Beberapa ada yang dirujuk ke RS dan puskesmas. Ada yang diinfus di sini juga. Sepertinya adik kelas juga ada yang diinfus,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan dirinya langsung berkoordinasi dengan tim sekolah meski sedang berada di Jakarta untuk mendampingi kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

“Posisi saya di Jakarta karena mendapat tugas dari Cabdin untuk mendampingi LKS. Tapi saya sudah berkoordinasi dengan tim di sekolah dan menginstruksikan untuk penanganan terkait indikasi keracunan itu,” katanya.

Menurut Berti, data keluhan masih terus berkembang. Sekolah telah menyebarkan Google Form kepada seluruh siswa untuk menghimpun laporan kondisi kesehatan.

“Data masih berkembang. Kami sebar Google Form untuk seluruh siswa. Data yang baru masuk sekitar 690-an, dengan indikasi macam-macam. Ada yang pusing, mual, diare, muntah,” jelasnya.

Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan.

“Begitu ada indikasi beberapa anak merasakan sakit, kami berinisiatif menghubungi Dinas Kesehatan Kota. Alhamdulillah sudah hadir tiga ambulans dari tim medis di sekolah untuk membantu menangani,” ungkap Berti.

Berti menegaskan sebagian besar siswa telah mendapatkan penanganan di sekolah. Namun, beberapa orang tua memilih membawa anak mereka ke rumah sakit.

Baca Juga: Kadinas hingga Sekda Ungkap Pemberian Uang Ulang Tahun, THR dan Akhir Tahun untuk Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

“Untuk indikasi keracunan atau mual-mual, pusing itu sebenarnya sudah diatasi di sekolah bersama Puskesmas Halmahera. Cuma ada beberapa orang tua yang mungkin khawatir, jadi tadi dirujuk ke rumah sakit. Kami ikuti saja,” katanya.

Dari laporan sementara, empat siswa dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dan Rumah Sakit Wongsonegoro.

“Tidak banyak yang ke rumah sakit. Kalau tidak salah sekitar empat orang,” ujarnya.

Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

“Untuk sementara dari pihak SPPG dan Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah melakukan pengecekan di laboratorium. Kami juga masih menunggu hasilnya,” ujarnya.(fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
dugaan keracunan MBG siswa diare massal makanan bergizi gratis dinas kesehatan semarang SMKN 6 Semarang