690 Siswa SMKN 6 Semarang Laporkan Keluhan Usai Santap MBG, Empat Dirujuk ke Rumah Sakit

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:41 WIB
Suasana SMKN 6 Semarang pasca tumbang keracunan MBG, Jumat (31/7) siang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 
Suasana SMKN 6 Semarang pasca tumbang keracunan MBG, Jumat (31/7) siang. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Jumat (31/7), mendadak riuh. Ratusan laporan keluhan kesehatan masuk setelah siswa menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga siang, sekitar 690 laporan telah dihimpun sekolah melalui formulir daring. Keluhannya beragam, mulai pusing, mual, diare hingga muntah.

Sejumlah siswa mendapat penanganan medis di sekolah. Bahkan, empat siswa disebut sempat dirujuk ke rumah sakit. Sekolah juga memulangkan siswa lebih awal sekitar pukul 11.00. Padahal, jam kepulangan normal baru sekitar pukul 14.00.

Baca Juga: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Didakwa Terima Rp568 Juta untuk THR, Sekda Satmoko Danardono Disebut Jadi Pengumpul Uang

Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.30, sejumlah siswa terlihat meninggalkan sekolah. Beberapa ambulans keluar masuk lingkungan sekolah.

Sejumlah orang tua juga berdatangan menjemput anak mereka setelah mendapat kabar adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan.

Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan, dirinya tengah berada di Jakarta untuk mendampingi kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

Meski demikian, setelah mendapat informasi mengenai dugaan gangguan kesehatan siswa, dia langsung berkoordinasi dengan tim sekolah dan menginstruksikan penanganan.

“Posisi saya di Jakarta karena mendapat tugas dari Cabdin untuk mendampingi LKS. Tapi saya sudah berkoordinasi dengan tim di sekolah dan menginstruksikan untuk penanganan terkait indikasi keracunan itu,” katanya.

Menurut Berti, data keluhan masih terus berkembang. Sekolah telah menyebarkan Google Form kepada seluruh siswa untuk menghimpun laporan kondisi kesehatan. Dari data sementara yang masuk, sekitar 690 siswa telah mengisi formulir dengan berbagai keluhan.

“Data masih berkembang. Kami sebar Google Form untuk seluruh siswa. Data yang baru masuk sekitar 690-an, dengan indikasi macam-macam. Ada yang pusing, mual, diare, muntah,” jelasnya.

Penanganan langsung dilakukan setelah sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya.

Sekolah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera. 

Tiga ambulans beserta tim medis kemudian datang ke sekolah untuk membantu penanganan.

Baca Juga: Soal Dugaan Pemberian Uang Ulang Tahun, THR, hingga Akhir Tahun dari OPD untuk Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan Nonaktif Sebut Hanya Tradisi

“Begitu ada indikasi beberapa anak merasakan sakit, kami berinisiatif menghubungi Dinas Kesehatan Kota. Alhamdulillah sudah hadir tiga ambulans dari tim medis di sekolah untuk membantu menangani,” ungkap Berti.

Selain tenaga kesehatan, unsur keamanan dan kewilayahan juga ikut turun. Babinsa dan Bhabinkamtibmas disebut hadir di sekolah.

Tim SPPG yang menangani penyediaan MBG juga turut datang untuk melihat kondisi di lapangan.

Berti menegaskan, sebagian besar siswa yang mengalami pusing, mual maupun keluhan lainnya telah mendapatkan penanganan di sekolah.

Namun, sejumlah orang tua memilih membawa anak mereka ke rumah sakit karena khawatir dengan kondisi yang dialami.

“Untuk indikasi keracunan atau mual-mual, pusing itu sebenarnya sudah diatasi di sekolah bersama Puskesmas Halmahera. Cuma ada beberapa orang tua yang mungkin khawatir, jadi tadi dirujuk ke rumah sakit. Kami ikuti saja,” katanya.

Dari laporan sementara, empat siswa dirujuk ke rumah sakit. Dua rumah sakit yang disebut menjadi tujuan rujukan yakni Rumah Sakit Tentara (RST) dan Rumah Sakit Wongsonegoro. Namun, Berti menegaskan jumlah tersebut masih dapat berubah karena pendataan belum selesai.

“Tidak banyak yang ke rumah sakit. Kalau tidak salah sekitar empat orang,” ujarnya.

Sementara itu, keluhan siswa diduga telah muncul sejak Kamis (30/7) malam, beberapa jam setelah menyantap menu MBG. Sejumlah siswa mengaku mengalami diare dan mual.

Ketika masuk sekolah Jumat pagi, mereka kemudian saling bertanya dan mengetahui banyak teman mengalami keluhan serupa.

Helena, siswi kelas XII Kecantikan 1, mengaku mengalami diare sejak malam setelah menyantap MBG. Menurut dia, keluhan ternyata tidak hanya dialaminya seorang diri.

“MBG-nya kemarin. Pada diare malamnya. Paginya saling tanya, kamu semalam mencret atau diare nggak. Ternyata satu kelas. Ditanya kelas lain juga ada,” tuturnya.

Sekitar pukul 10.30, siswa yang merasa sakit diminta menuju UKS. Setelah tenaga medis dan ambulans datang, sekolah kemudian mengumumkan pemulangan lebih awal.

Helena menyebut ada siswa yang harus mendapatkan infus. Bahkan, ada yang mengalami kejang dan mual.

“Jam 11 diumumkan pulang lebih awal karena ada yang sampai diinfus, ada yang kejang dan mual-mual,” ungkapnya.

Menu MBG yang disantap sehari sebelumnya berupa ayam rendang dan sayur daun singkong. Helena mengaku menemukan kondisi makanan yang menurutnya janggal.

Daging ayam disebut masih terlihat merah di bagian dalam. Sementara seorang temannya menemukan ulat pada sayur daun singkong.

“Ayamnya seperti belum matang, masih ada merahnya. Teman juga menemukan ulat di sayur daun singkong,” katanya.

Keluhan serupa dirasakan Aura, siswi kelas XI Busana 2. Dari 33 siswa di kelasnya, cukup banyak yang mengeluhkan mulas. Aura sendiri mengalami mual dan mulas sejak malam.

Baca Juga: OPD Kabupaten Pekalongan Ungkap Dugaan Pengondisian PT RNB saat Sidang Korupsi Fadia Arafiq, ASN Akui Ikut Arahan karena Takut Dimutasi

“Sekelas rata-rata banyak yang mules, tapi tidak sampai parah. Aku juga mules dan sempat mual semalam,” katanya.

 

Menurut Aura, makanan MBG dibagikan sekitar pukul 09.00. Dia menilai sayur daun singkong terasa kurang segar. Sementara bagian dalam ayam masih terlihat kemerahan.

“Menurut aku sayurnya seperti sudah kurang enak. Ayamnya di dalam kurang matang, masih merah,” ujarnya.

Laila, siswi kelas XII Kuliner, juga mengaku ikut membantu menangani teman-temannya. Dia menyebut sejumlah siswa mendapatkan infus di sekolah, sedangkan beberapa lainnya dirujuk ke rumah sakit maupun puskesmas.

“Beberapa ada yang dirujuk ke RS dan puskesmas. Ada yang diinfus di sini juga. Sepertinya adik kelas juga ada yang diinfus,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat orang tua berdatangan ke sekolah. Ika, warga Semarang Barat, menjemput anaknya yang duduk di kelas XI jurusan Perhotelan. Sang anak disebut mengalami diare, sakit perut dan lemas sejak Kamis malam.

“Diare, sakit perut, lemas. Tadi pagi saya suruh tidak masuk, tapi dia tidak mau karena ada tugas,” kata Ika.

Awalnya, Ika mengira keluhan tersebut disebabkan makanan yang dimasaknya di rumah. Namun, setelah mengetahui ada siswa lain yang mengalami keluhan serupa, dia menduga kondisi anaknya berkaitan dengan MBG.

Di sisi lain, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Berti mengatakan pihak terkait telah melakukan pengecekan terhadap makanan yang diduga menjadi sumber keluhan. Sampel juga disebut telah dibawa untuk pemeriksaan laboratorium.

“Untuk sementara dari pihak SPPG dan Dinas Kesehatan Kota Semarang sudah melakukan pengecekan di laboratorium. Kami juga masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah Haris Wahyudi sebelumnya juga membenarkan adanya laporan dugaan keracunan di SMKN 6 Semarang. Pihaknya menerima laporan mengenai siswa yang mengalami diare setelah mengonsumsi MBG.

“Iya, betul. Tadi baru saja mendapat laporan ada dugaan keracunan. Keluhan anak-anak itu diare, rata-rata setelah mengonsumsi MBG,” kata Haris.

Haris mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan puskesmas setempat. Penanganan medis menjadi prioritas sebelum penyebab gangguan kesehatan dapat dipastikan.

“Langsung koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota dan puskesmas. Intinya ditangani dulu,” jelasnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
dugaan keracunan MBG siswa diare massal makanan bergizi gratis dinas kesehatan semarang SMKN 6 Semarang