Empat TPU di Semarang Overload, Lonjakan Pemakaman Capai Dua Kali Lipat

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:53 WIB
Grafis AI
Grafis AI

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Empat tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Semarang penuh atau over load, dan tidak lagi bisa menampung janazah untuk dimakamkan.

Adapun empat TPU ini adalah TPU Bergota 2, Sompok, Dadapan dan Trunojoyo. Pemkot Semarang sendiri, Pemkot memiliki 16 lokasi lahan TPU, namun baru 14 TPU yang beroperasi dan melayani pemakaman warga.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati menjelaskan meningkatnya okupansi pemakaman terjadi beberapa tahun terakhir, dan saat ini tengah disiapkan cadangan lahan sampai tahun 2035 mendatang.

Baca Juga: Pemandu Lagu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos Candisari Semarang, Diduga Terlibat Persoalan Asmara

Pipie sapaannya, menambahkan tingginya okupansi ini dipengaruhi oleh kebijakan Pemkot yang menggratiskan penggunaan layanan pemakaman sejak tahun 2025 lalu.

"Biasanya itu per tahun itu sejak 2021-2023 itu sekitar 700-800 jenazah yang dimakamkan di TPU milik Pemkot. Tetapi sejak 2025 setelah ada intruksi dari pusat pemakaman digratiskan, antusias masyarakat cukup tinggi naik dua kali lipat,"katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pipie mencatat sepanjang 2025 sebanyak 2.000 jenazah dimakamkan di TPU milik Pemkot Semarang. Saat ini Pemkot memiliki 16 lokasi lahan TPU, namun baru 14 TPU yang beroperasi dan melayani pemakaman warga.

"Di TPU yang penuh masih diperbolehkan secara tumpang dalam satu area makam keluarga," bebernya.

Selain penggratisan retribusi, Pipie menerangkan pandemi Covid-19 turut memengaruhi ketersediaan lahan makam. Sejumlah makam di Semarang, digunakan untuk warga dari luar Semarang, sesuai arahan dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Aliansi Rakyat Jateng Gelar Ruwatan di Pengadilan Tipikor, Doakan Penegak Hukum Jauhi Korupsi

"Jadi 3-4 tahun yang lalu saat pandemi itu harusnya lahan TPU yang disediakan untuk warga ber-KTP Kota Semarang terpaksa harus dipakai juga untuk warga luar daerah. Mereka yang meninggal karena Covid-19 dimakamkan di lahan milik Pemkot," paparnya. Disperkim menjamin ketersediaan lahan TPU di Kota Semarang mampu menampung hingga 2035. Salah satunya stateginya dengan mengkaji aset-aset tanah milik pemerintah yang berpotensi dialihfungsikan menjadi TPU.

Pemkot kata dia, juga mendapatkan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) pengembang perumahan.

Pipie menerangkan bahwa pengembang Realestat Indonesia (REI)  telah menyerahkan sekitar 218 hektare lahan di Gunungpati untuk lahan pemakaman.

"PSU dari pengembang sebesar 40 persen itu harus diserahkan ke pemerintah kota untuk jalan, selokan, PJU, masjid, gereja, taman dan prasarana lainnya. Termasuk makam sekitar 2 persen. Empat tahun lalu dikoordinir oleh pengembang, kami menerima 218 hektare untuk pemakaman," pungkas dia. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
pemakaman penuh Borgota Trunojoyo