RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Modern BSB (Pasmod), Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 11.20.
Munculnya api diduga dari salah satu warung soto di komplek pusat kuliner.
Besarnya kobaran api berdampak terhadap kios dan lapak di dalam Pasar Modern tersebut. Bahkan ada sampai yang hangus.
Terlihat, Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Bahkan, asap tersebut dapat disaksikan dari sejumlah titik di sekitar kawasan BSB.
Objek yang terbakar berada di kawasan Pasar Modern BSB. Pada rekaman video yang beredar, asap tampak memenuhi bagian dalam bangunan pasar.
Sejumlah kios terlihat masih berada di dalam area pasar, sementara pengunjung dan pedagang tampak mengamati situasi dari lokasi yang dinilai aman.
Petugas pemadam kebakaran dilaporkan bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya.
Salah seorang saksi mata, Arif, pedagang makanan asal Duduan, Mijen, mengatakan awalnya ia melihat kepulan asap dari arah warung soto.
Saat dihampiri, api justru semakin membesar dan diduga dipicu kebocoran tabung gas.
"Awalnya ada asap. Saya dekati, kok malah semakin besar. Kayaknya dari kebocoran gas di warung soto," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, saat kejadian para pedagang yang berada di sekitar lokasi langsung berlarian menyelamatkan diri. Suasana pasar pun sempat dipenuhi teriakan panik ketika kobaran api semakin membesar.
Api kemudian menjalar ke bagian atap yang terbuat dari material berlapis foil peredam panas.
Material tersebut terbakar dan berjatuhan seperti "hujan api", sehingga memicu titik-titik api baru di deretan lapak pedagang.
Baca Juga: Mengapa Suzuki Shogun Sulit Dilupakan? Ini Kata Pengguna Setia dan Pencinta Motor Bebek Legendaris
"Atapnya terbakar semua, terus jatuh seperti hujan api dan menyambar ke beberapa titik. Orang-orang yang di dalam langsung lari keluar," katanya.
Arif menyebut petugas Pemadam Kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Beberapa menit setelah kejadian, armada damkar tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 11.30 WIB atau sekitar 30 menit setelah kebakaran terjadi.
"Damkar datang cepat. Sekitar setengah jam api sudah padam total," ungkapnya.
Di lokasi tersebut terdapat sekitar 60 lapak pedagang dalam satu deretan, belum termasuk kios permanen di bagian lain pasar. Beruntung, kobaran api tidak sampai menjalar ke seluruh area pasar.
"Alhamdulillah api mentok sampai bagian tengah, tidak sampai ke lapak saya," katanya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi