RADARSEMARANG.ID, Semarang – Proyek betonisasi di ruas Jalan Majapahit, Kota Semarang, yang dimulai pada Selasa (21/7/2026), mulai berdampak pada kepadatan arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk sore hingga malam hari.
Meski demikian, sejumlah pengguna jalan tetap mendukung pelaksanaan proyek tersebut karena dinilai akan memberikan manfaat jangka panjang.
Proyek betonisasi ini merupakan lanjutan dari pekerjaan perbaikan jalan sebelumnya di ruas Jalan Majapahit dari arah Pedurungan yang telah lebih dahulu dibeton. Pekerjaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas konstruksi jalan agar lebih kuat dan tahan terhadap beban kendaraan.
Baca Juga: Nama Sudaryono Muncul Disebut Sebagai Pengganti Nanik di Badan Gizi Nasional
Berdasarkan pantauan RadarSemarang.ID, kepadatan lalu lintas mulai terjadi di sejumlah titik, khususnya pada jalur menuju Pedurungan saat jam pulang kerja. Penyempitan ruas jalan akibat pekerjaan konstruksi membuat arus kendaraan melambat dan antrean kendaraan mengular.
Meski waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama, warga menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang harus dihadapi demi terciptanya infrastruktur jalan yang lebih baik.
Salah seorang pengguna jalan, Harsono (45), warga Sendangguwo, mengaku hampir setiap hari melintasi Jalan Majapahit untuk pulang bekerja.
Menurutnya, waktu tempuh perjalanan memang menjadi lebih lama akibat antrean kendaraan. Namun, ia tetap mendukung proyek tersebut.
Baca Juga: Ramai Diperdebatkan, DJP Jelaskan Alasan Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam Pengawasan Pajak
"Memang sekarang perjalanan jadi lebih lama karena macet, terutama saat pulang kerja. Tapi gak apa-apa yang penting jalannya jadi mulus," ujar Harsono kepada RadarSemarang.ID.
Hal senada dikatakan Budi Jatmiko (48), warga Kalicari. Ia menilai pembangunan jalan merupakan kebutuhan yang harus didukung bersama meski untuk sementara waktu menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.
"Macet memang tidak bisa dihindari selama ada pekerjaan jalan. Yang penting proyeknya dikerjakan dengan baik dan selesai sesuai target sehingga kemacetan tidak berlangsung terlalu lama," kata Budi.
Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur jalan akan berdampak positif terhadap kelancaran mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian di kawasan timur Kota Semarang.
Proyek betonisasi Jalan Majapahit merupakan salah satu upaya peningkatan infrastruktur jalan di Kota Semarang. Selain memperkuat konstruksi jalan agar lebih tahan terhadap beban kendaraan, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat berharap pelaksana proyek dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai target tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan. Pengaturan lalu lintas yang optimal juga dinilai penting untuk meminimalkan dampak kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Setelah proyek betonisasi rampung, warga berharap arus lalu lintas di Jalan Majapahit menjadi lebih lancar, risiko kerusakan jalan berkurang, serta mampu mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang di Kota Semarang. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi