RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dalam kurun dua pekan terakhir, tiga kecelakaan terjadi di sekitar Pasar Mangkang, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kasus yang pertama, seorang ibu-ibunya jatuh saat menyebrang jalan dan ditabrak oleh truk hingga meninggal ditempat.
Kasus yang kedua, seorang pengendara motor tewas tertabrak truk.
Baca Juga: Dispora Belum Maksimal Optimalkan Aset Olahraga, Target PAD Terancam Meleset
Kasus terakhir Selasa (21/7), pagi seorang warga yang menyebrang tertabrak kendaraan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Adapun penyebab kecelakaan sendiri, lantaran Pasar Mangkang, berada tepat di jalur padat kendaraan yakni Jalan Pantura.
Kontur jalan yang menurun jika dari arah Kendal, membuat kendaraan kerap melaju kencang ke arah timur.
Sementara dadi arah timur ke barat, kontur jalan cenderung landai dan lurus sehingga banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Baca Juga: Fasilitas Sudah Dibangun, PAD Tak Maksimal, DPRD Semprot Dispora Kurang Kreatif
"Dua pekan ini sudah ada tiga kejadian di sekitar Pasar Mangkang, dua orang meninggal pekan lalu, dan satu orang tertabrak mobil Selasa (21/7), serta langsung dilarikan ke rumah sakit," kata Riyadi warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/7).
Pria paruh baya ini meminta agar pemerintah bisa turun tangan, misalnya dengan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) ataupun pemasangan rambu, dan pita kejut, agar kendaraan bisa mengurangi kecepatan ketika mengarah Pasar Mangkang.
"Kendaraan yang lewat banyak yang ngebut, harus ada rambu agar kendaraan bisa memperlambat lajunya ketika menuju Pasar Mangkang," pintanya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Sukini, warga Wonosari yang kerap berbelanja di Pasar Mangkang. Dia merasa was-was ketika harus menyebrang jalan, karena laju kendaraan yang melintas cukup kencang.
"Tentu sangat was-was apalagi kalau pagi dan sore kan jalan sangat ramai, minimal ada petugas yang berjaga, jadi penyeberang jalan juga merasa aman," tambah dia.
Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Purwogondo Semarang Tertangkap, Ini Tampangnya
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Mulyadi mengatakan ada rencana dari dinas untuk memasang pita kejut di titik keramaian seperti pasar dan sekolah.
"Kita ada rencana memasang pita kejut, kami bertahan melakukan pendataan titik mana yang rawan, sehingga ketika diimplementasikan bisa berjalan maksimal," katanya.
Mulyadi mengakui jika Pasar Mangkang dan SD Tugurejo 03, yang letaknya ada di Jalan Pantura memang cukup rawan terjadi kecelakaan.
"Prioritas kami adalah titik rawan kecelakaan seperti pasar dan sekolah," tambah dia.
Sementara untuk pembangunan JPO dikoordinasikan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY.
Selain itu Dishub juga memang tambahan alat penerangan di interchange jalan di jalur lambat untuk menekan angka menekan angka kecelakaan.
Selain itu, Dishub juga meminta kepada pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas, sehingga bisa menekan angka kecelakaan.
"Kalau untuk JPO kita melihat kebutuhan dan kultur jalan, nanti jika memang dibutuhkan, akan kita koordinasikan dengan BBPJN," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi