Fasilitas Sudah Dibangun, PAD Tak Maksimal, DPRD Semprot Dispora Kurang Kreatif

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:41 WIB
Petugas sedang merawat rumput sintetis Stadion Citarum, Semarang (4/6/2020). (Nur Chamim/ Jawa Pos Radar Semarang)
Petugas sedang merawat rumput sintetis Stadion Citarum, Semarang (4/6/2020). (Nur Chamim/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi venue olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum maksimal, mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Kota Semarang.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Arya Setyo Novanto, mengakui jika saat ini Pemkot Semarang telah dan sedang melakukan perbaikan fasilitas olahraga misalnya di Tri Lomba Juang, Lapangan Sidodadi dan Citarum.

Baca Juga: Bawa 3 Trenggiling dan 20 Kg Sisik untuk Dijual, Eko Dijebloskan ke Rutan Semarang

Arya sapaannya menjelaskan, khusus venue di Manunggal Jati, perlu dilakukan perbaikan dan renovasi karena usianya cukup tua.

"Ini kan sudah diperbaiki, fasilitas penunjang dan renovasi sudah dibangun. Nah harus ada inovasi agar masyarakat banyak yang menggunakan venue ini," katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/7).

Dia menerangkan inovasi agar venue olahraga bisa diminati adalah dengan melakukan promosi.

Apalagi kata dia, saat ini olahraga sudah menjadi gaya hidup, seperti lari dan lainnya.

"Dispora harusnya bisa menggandeng KONI, atau organisasi kepemudaan agar anak muda mau menggunakan venue tersebut dengan menggelar event atau yang lainnya," jelasnya

Inovasi lain adalah dengan memberikan diskon khusus pelajar dan mahasiswa, sehingga bisa lebih terjangkau dan tidak memberatkan. Misalnya di stadion Citarum ataupun venue lainnya.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Purwogondo Semarang Tertangkap, Ini Tampangnya 

"Bisa dengan diskon khusus mahasiswa atau pelajar, jadi mereka bisa menggunakan fasilitas olahraga dengan murah," paparnya.

Sementara untuk fasilitas olahraga yang kurang maksimal, dia meminta agar Dispora bisa melakukan kajian fasilitas mana yang perlu dilakukan perbaikan lebih dulu. Misal di Sport Center Kalisasak yang saat ini mangkrak.

"Kajian harus dilakukan, mana yang bisa menjadi prioritas. Kalau melihat di kecamatan-kecamatan ini kan sudah dibikin bagus, tapi minatnya kurang, sehingga anggaran yang digunakan tidak terbuang percuma," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
Tri Lomba Juang Stadion Citarum