SEMARANG – Masjid Agung Semarang tak hanya menjadi pusat ibadah. Kini kawasan tersebut juga disiapkan sebagai destinasi eduwisata baru di Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meresmikan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang di Tlogosari Wetan, Minggu (12/7).
Peresmian ditandai penandatanganan prasasti sekaligus panen perdana kelengkeng varietas Super Itoh New Kristal yang dibudidayakan di area masjid.
Kehadiran kawasan itu diharapkan menjadi daya tarik baru yang memadukan wisata religi, edukasi, dan pertanian.
Agustina mengatakan, pengembangan kawasan Masjid Agung Semarang menjadi destinasi eduwisata juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026.
Karena itu, penataan kawasan sekitar masjid diminta terus dipercepat agar siap menerima tamu dari berbagai daerah.
"Ini juga persiapan dalam rangka MTQ Nasional. Pokoknya MTQ harus sukses," ujarnya.
Menurut Agustina, konsep agro eduwisata tersebut dapat menjadi model pengembangan destinasi wisata baru di ibu kota Jawa Tengah.
Pemkot bahkan menargetkan sektor agrowisata menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata mulai 2027 dengan dukungan lintas organisasi perangkat daerah.
Tak berhenti pada budi daya kelengkeng, dia mengusulkan kawasan itu dilengkapi wahana edukasi lain, seperti budi daya ikan lele dan nila.
Dengan begitu, anak-anak yang datang tidak hanya menikmati suasana masjid, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar tentang pertanian dan perikanan.
"Jadi sembari belajar bagaimana kelengkeng bisa berbuah dengan luar biasa besar, kita juga belajar yang lain-lainnya," katanya.
Pemkot berharap Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang berkembang menjadi ikon wisata edukatif baru di Kota Semarang.
Selain memperkaya destinasi wisata, keberadaannya juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui aktivitas wisata dan pemberdayaan pertanian. (*)
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan