Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hanya Terima Tiga Murid Baru, SDN Purwoyoso 1 Tetap Gelar MPLS Meriah dengan Tema Sirkus

Ida Fadilah • Senin, 13 Juli 2026 | 10:47 WIB
Meski hanya tiga siswa, suasana MPLS hari pertama SDN 1 Purwoyoso dimeriahkan dengan maskot badut, Senin (13/7/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Meski hanya tiga siswa, suasana MPLS hari pertama SDN 1 Purwoyoso dimeriahkan dengan maskot badut, Senin (13/7/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana meriah mengiringi hari pertama masuk sekolah di SDN Purwoyoso 1 pada tahun ajaran 2026/2027. Siapa sangka, kemeriahan itu untuk menyambut tiga siswa baru.

Dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mengusung tema sirkus, para guru menyambut siswa dengan badut di pintu gerbang agar anak-anak. Hal itu semakin membuat siswa bersemangat memulai tahun ajaran baru.

Baca Juga: Gagal Menyalip, Innova Tabrak Truk di Tol Bawen–Salatiga, Sopir Luka Berat

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tiga siswa yang mengenakan seragam merah putih itu tampak semarak mengikuti MPLS. Mereka bernyanyi, ice breaking, berinteraksi hingga berjoget memakai fasilitas SmartTV.

Bahkan, badut juga turut andil masuk ke kelas untuk menyemarakkan perkenalan sekolah. Tiga orang itu nampak antusias mengikuti arahan dari guru. Mereka juga penasaran dengan SmartTV yang dipasang di depan kelas. 

Kepala Sekolah SDN Purwoyoso 1, Hajar Ristianni menjelaskan, rangkaian MPLS dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan penyambutan seluruh siswa, mulai kelas 1 hingga kelas 6. "Meski hanya tiga siswa baru, guru-guru bersama maskot badut berdiri di gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan para siswa," katanya ditemui di sekolah, Senin (13/7/2026). 

Baca Juga: Preview Prancis vs Spanyol, Bentrok Dua Kekuatan Eropa di Semifinal Piala Dunia 2026

Setelah itu, lanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan MPLS, sambutan kepala sekolah, serta prosesi pengalungan kokarde atau tanda pengenal kepada peserta didik baru sebagai simbol penyambutan resmi.

Pada hari pertama ini, sekolah juga memberikan sejumlah fasilitas secara cuma-cuma kepada siswa baru berupa topi, dasi, atribut kelas, dan tanda pengenal lokasi sekolah. Ke depan, sekolah juga berencana membagikan seragam batik dan seragam olahraga baru secara gratis.

Kepala Sekolah menyebutkan, usai pembukaan, siswa dikenalkan dengan seluruh guru dan tenaga kependidikan. Di dalam kelas, peserta didik baru mengikuti sesi perkenalan melalui permainan sederhana yang dipandu wali kelas agar lebih cepat akrab dengan teman-teman barunya.

Selanjutnya, siswa baru dijadwalkan mengikuti tur keliling sekolah untuk mengenal berbagai fasilitas penting yang ada di lingkungan sekolah. Kegiatan MPLS juga diisi dengan menyanyikan jingle MPLS, mewarnai gambar bertema lingkungan sekolah, serta penyampaian pesan-pesan kepada peserta didik di hari pertama sekolah.

Soal siswa tahun ajaran ini, ia menyatakan jumlah peserta didik baru yang resmi masuk hanya tiga orang. Awalnya terdapat lima calon siswa yang mendaftar secara daring, namun dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang.

"Yang mendaftar online ada lima siswa, tetapi dua tidak daftar ulang, sehingga yang benar-benar masuk hanya tiga siswa," katanya.Meski jumlah siswa baru jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pihak sekolah menegaskan hal tersebut tidak mengurangi semangat dalam menyambut peserta didik.

"Kami tetap menyambut pembukaan MPLS semeriah mungkin. Setiap tahun temanya berganti, tahun ini tema sirkus dengan badut agar suasananya ramai. Berapapun jumlah muridnya, kami tetap semangat, tidak kendur, supaya anak-anak juga semakin semangat kembali belajar," pungkasnya.

Meski hanya tiga siswa, suasana MPLS hari pertama SDN 1 Purwoyoso dimeriahkan dengan maskot badut, Senin (13/7/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Meski hanya tiga siswa, suasana MPLS hari pertama SDN 1 Purwoyoso dimeriahkan dengan maskot badut, Senin (13/7/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

Adapun faktor sedikitnya siswa itu ia menilai karena demografi. Dimana, posisi sekolah di pinggir Jalan Prof Hamka, Ngaliyan ini sepi penduduk. Lingkungan sekolah itu rata-rata tidak dihuni keluarga produktif.

Baca Juga: 4 Raksasa Bersiap Bentrok di Semifinal Piala Dunia 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Live Streaming

"Di lingkungan sini tidak ada perumahan produktif. Rata-rata usianya sudah lansia, tidak punya anak yang usia kelas 1. Kalaupun ada, siswa mendaftar ke SDN Purwoyoso 2 yang lokasinya masuk di kampung," jelasnya. 
Selain itu, mereka juga banyak yang berpindah ke perbatasan kota, seperti ke Kecamatan Mijen, hingga Kendal, serta daerah yang memiliki perumahan subsidi. 

Di tahun sebelumnya, sekolahnya menerima limpahan dari sekolah lain pasalnya mendapat 11 siswa. Namun di tahun ini sekolah-sekolah lain pun juga kekurangan siswa.

"Di kami hanya satu rombongan belajar (rombel). Di sekolah lain setahu kami juga kekurangan siswa, ada dua rombel saja mereka tidak penuh. Jadi tidak ada limpahan dari sekolah lain," tandasnya. 

Padahal, dari segi fasilitas di SD Purwosari 1 itu lengkap semua. Kelas sudah terpenuhi, ada 6 kelas. Ada lab komputer sudah ada tersendiri, tidak dompleng kelas. Kemudian ada kantor guru, kantor kepala sekolah, ruang UKS, perpustakaan, ada musola, halaman, fasilitas olahraga.

"Kami ada Smart TV juga bantuan dari pemerintah. Jadi untuk fasilitas kami lengkap sebenarnya, jadi ya karena demografi itu faktor kami hanya menerima siswa sedikit," tambah dia. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#SDN 1 Purwoyoso #Kekurangan Murid #semarang #Siswa Baru #MPLS