RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aksi pencurian motor (Curnamor) terjadi di sebuah tempat makan angkringan wilayah Jalan Papandayan Raya, Kecamatan Gajahmungkur, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 19.00. Aksi curanmor ini terekam kamera CCTV.
Pelaku sendirian jalan kaki menaiki tangga tempat makan dan sempat berbicara kepada orang lain.
Selanjutnya pelaku masuk ke dalam, berpura-pura membeli makanan, sembari mengamati situasi dan korban yang sedang makan.
Setelah dirasa aman dan korban masih makan, pelaku lalu keluar mengambil helm dan menuju tempat parkiran dan mengambil motor Honda Beat.
Baca Juga: Beredar Isu OTT dan Penggeledahan SPPG MBG, Kejati Jateng Beri Klarifikasi
Aksinya mudah, lantaran motor korban tidak dikunci setang. Ternyata ini sudah diawasi ketika korban sedang berada di sekitaran depan angkringan. Kemudian motor tersebut dituntun dibawa ke tempat aman.
Korban yang keluar dan selesai makan terkejut motor kesayangan tidak ada lagi ditempat parkir.
Setelah dicek Melalui rekaman CCTV, motor miliknya dicuri orang tak dikenal yang juga sempat masuk ke dalam tempat makan angkringan.
Selamat, korban melaporkannya kejadian ini Polrestabes Semarang. Penyelidikan dan berbekal rekaman CCTV, anggota Resmob Polrestabes Semarang berhasil mengindentifikasi ciri-ciri pelaku dan lokasi keberadaannya.
Selanjutnya, kepolisian memburu mendatangi rumah pelaku diketahui berada di wilayah perumahan di Mranggen kab Demak, Sabtu (11/7/2026) sekitaran pukul 05.30. Hingga akhirnya pelaku diringkus ketika sedang dalam posisi tidur di dalam kamar.
Barang bukti motor Honda Beat milik korban juga berhasil diamankan. Setelah dilakukan interogasi sesaat, selanjutnya pelaku digelandang ke Polrestabes Semarang guna penanganan penyidikan selanjutnya.
Kasihumas Polrestabes Semarang membenarkan adanya ungkap kasus tersebut. Sekarang ini, pelaku masih dalam pemeriksaan dan penyidikan oleh Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Pelaku berinisial DNR umur 23, warga alamat Pracimantoro Kabupaten Wonogiri domisili di Kecamatan Mranggen Kabur Demak. Untuk motif dan lainnya sedang dalam pendalaman penyidik," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (12/7/2026).
Editor : Baskoro Septiadi