Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kreatif, Kecamatan Semarang Selatan Gandeng Ormas Keagamaan, Tekan Stunting Gelar Pelatihan Cooking Class

Sugiyanto • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04 WIB
Camat Semarang Selatan Sunardi mengunjungi salah satu peserta cooking class.
Camat Semarang Selatan Sunardi mengunjungi salah satu peserta cooking class.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Upaya menekan angka stunting di Kecamatan Semarang Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat Cooking Class. Kegiatan ini dikemas dalam rangkaian Kegiatan Bersama Warga Semarang Selatan di halaman Kantor Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (10/7).

Kegiatan ini melibatkan beberapa organisasi keagamaan seperti Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, dan LPTQ. Mereka mendapatkan edukasi mengenai penyusunan menu bergizi sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak yang mengalami stunting.

Sejak pagi, halaman kantor kecamatan tampak dijejali ratusan warga dari berbagai kelurahan diwilayah Kecamatan Semarang Selatan. Acara berlangsung semarak dengan menghadirkan Semarang Selatan Idol, bazar UMKM produk lokal unggulan, hingga senam bersama.

Disalah satu sudut, puluhan ibu-ibu antusias mengikuti pelatihan memasak. Sementara keramain di panggung utama juga tak kalah meriah, beberapa peserta Semarang Selatan Idol menunjukkan kemampuan bernyanyi. Salah seorang peserta yang unjuk gigi malah mengundang gelak tawa penonton karena penampilanya yang menghibur.

Keramaian pengunjung juga terlihat di area berbagai stan bazar UMKM. Pengunjung berkesempatan berburu aneka produk lokal yang ditampilkan, mulai dari kuliner jadul dan kekinian, fashion hingga aneka kerajinan.

Siti, salah satu peserta bazar UMKM sangat bersyukur karena dagangan kulinernya ludes terjual. “Saya sangat berterimakasih kepada bapak camat yang telah menggelar acara ini, mudah-mudahan kedepanya akan semakin sering digelar acara serupa untuk mendongkrak penjualan,” harapnya.

Camat Semarang Selatan Sunardi mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh potensi yang ada di wilayahnya.

 "Cooking class seperti biasa kami laksanakan. Namun hari ini lebih istimewa karena bersamaan dengan Semarang Selatan Idol. Pesertanya berasal dari Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, dan LPTQ," ujarnya.

Menurut Sunardi, pemerintah kecamatan sengaja menggandeng organisasi kemasyarakatan dan keagamaan agar edukasi mengenai pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak keluarga. Berdasarkan data yang diterima, saat ini terdapat sekitar 130 anak stunting di Kecamatan Semarang Selatan.

"Kami ingin menggandeng semua potensi lembaga yang ada di wilayah Kecamatan Semarang Selatan. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi harus bersama masyarakat dan lembaga," tegasnya.

Selain edukasi gizi, Semarang Selatan Idol juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarmasyarakat. Menurutnya, pembangunan wilayah tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Ada yang menarik dalam sesi cooking class, peserta mempraktikkan pembuatan ayam cabe bawang yang dipandu pemateri Eni Rahayu dari Ind's Home Baking. Menu tersebut dipilih karena mudah dibuat, menggunakan bahan yang sederhana, sekaligus memiliki kandungan protein tinggi dari daging ayam.

Berdasarkan resep yang dibagikan kepada peserta, bahan utama terdiri atas 500 gram paha ayam fillet yang dimarinasi menggunakan garam, kaldu jamur, gula pasir, merica bubuk, dan perasan jeruk nipis.

Ayam kemudian dibalut campuran tepung terigu, tepung roti, tepung maizena, bubuk cajun, garam, dan kaldu jamur sebelum digoreng hingga berwarna keemasan.

Sementara taburan cabe bawang dibuat dari 10 siung bawang merah, lima siung bawang putih, lima cabai keriting merah, daun bawang, serta tambahan kaldu jamur, merica, dan gula pasir.

Seluruh bumbu ditumis hingga harum. Kemudian dicampurkan dengan ayam goreng sehingga menghasilkan cita rasa gurih, renyah, dan pedas wangi.

Eni menjelaskan, menu tersebut sengaja dipilih karena menjadi makanan favorit anak-anak dan bahan bakunya mudah ditemukan di pasaran. "Bahannya sederhana, cara membuatnya juga mudah. Selain cocok untuk menu keluarga, resep ini juga bisa menjadi peluang usaha rumahan karena memiliki nilai jual," katanya.

Ia menambahkan, kandungan protein dari ayam sangat baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak. Dengan pengolahan yang menarik, diharapkan anak-anak lebih lahap mengonsumsi makanan bergizi sebagai salah satu upaya pencegahan maupun penanganan stunting.

 

Hani, salah satu peserta cooking class antusias mengikuti acara ini karena bisa menambah referensi dalam memasak menu yang mengandung nilai gizi.

Melalui kegiatan yang memadukan edukasi, hiburan, olahraga, dan pemberdayaan UMKM tersebut, Kecamatan Semarang Selatan berharap semangat kolaborasi masyarakat semakin kuat, sehingga upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga dapat berjalan lebih optimal. (fgr)

Editor : Sugiyanto
#Semarang Selatan