Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

​Antrean Mengular hingga Bawa Koper! Hari Pertama Pameran Buku BBW Semarang Langsung Diserbu Pengunjung

Khafifah Arini Putri • Kamis, 9 Juli 2026 | 18:56 WIB
Pengunjung sedang melihat koleksi buku di pameran Big Bad Wolf (BBW) Kota Semarang.
Pengunjung sedang melihat koleksi buku di pameran Big Bad Wolf (BBW) Kota Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hari pertama dibukanya pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) di Kota Semarang langsung dipadati pengunjung. Antrean di kasir bahkan mengular hingga sudut ruangan. 

Antusiasme terlihat dari troli yang didorong pengunjung. Tak sedikit yang membawa puluhan tumpukan buku untuk dibeli. Bahkan mereka ada pula yang membawa koper untuk dijadikan wadah buku yang sudah dibeli.

Area buku anak menjadi salah satu sudut paling ramai. Mayoritas pengunjung merupakan ibu-ibu yang datang bersama anak mereka.

Mereka sibuk memilih buku bergambar, activity book, sound book, hingga pop-up book. Rak-rak buku anak pun tak pernah sepi didatangi pembeli.

Baca Juga: Diduga Rem Blong di Turunan Tol Tembalang, Bus Debe Trans Tabrak Dua Kendaraan, Satu Penumpang Tewas

Tingginya minat terhadap buku anak sejalan dengan koleksi yang dibawa BBW tahun ini. Dari satu juta buku yang dibawa, sekitar 60 - 70 persen ialah buku anak-anak.

Koleksi itu disiapkan untuk mendorong budaya membaca sejak usia dini sekaligus menjadi alternatif kegiatan selama libur sekolah.

"Sebenarnya 60-70 persen buku yang kita bawa itu sebenarnya buku anak-anak. Kenapa? Karena sebenarnya kalau di luar negeri, di Eropa dan di US sendiri, banyak banget perkembangan di buku anak-anak di mana emang itu nambah minat baca untuk usia anak-anak kecil," katanya.

Country Director BBW Indonesia Marthius Wandi Budianto menjelaskan, tahun ini mayoritas yang dipamerkan ialah buku anak-anak.

Sebab di berbagai negara, buku menjadi media utama untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

"Sebenarnya 60-70 persen buku yang kita (BBW) bawa itu sebenarnya buku anak-anak. Karena sebenarnya kalau di luar negeri, di Eropa dan di US sendiri, banyak banget perkembangan di buku anak-anak di mana emang itu nambah minat baca untuk usia anak-anak kecil," katanya usai membuka Big Bad Wolf di The Suri Ballroom, Kamis (9/7).

Nantinya BBW ini akan berlangsung pada 9-19 Juli mendatang, mulai pukul 10.00 - 22.00.

Selain buku anak, BBW juga menghadirkan buku bisnis, self development, fiksi, nonfiksi, hingga buku pelajaran sekolah. 

Koleksi tersebut berasal dari lebih dari 20 hingga 30 penerbit lokal yang berkolaborasi dengan Agromedia, serta penerbit internasional.

Salah seorang pengunjung, Ulfa warga Semarang Timur, sengaja datang bersama anaknya. Ia mengaku sudah menunggu kehadiran BBW setelah mengetahui informasi dari media sosial.

Baca Juga: Punya Lahan 40 Hektare Tapi Rugi hingga Rp 23 Miliar, Begini Nasib PRPP Jateng

Ibu yang berusia 32 tahun itu bahkan mengalokasikan uang untuk membeli buku setiap bulannya. Sebab itu dengan adanya BBW, budget untuk memberi buku lokal dialihkan sementara ke buku impir.

"Anak saya suka baca buku, dan memang sudah ada budget tiap bulan untuk beli buku. Kebetulan di BBW ini budget untuk yang lokal book dialokasikan untuk beli buku impor, karena banyak diskon," ungkapnya.

Menurut Ulfa, kebiasaan membaca anak dibangun sejak kecil melalui metode read aloud. Karena itu, ia memanfaatkan BBW untuk mencari buku-buku bergambar yang belum dimiliki anaknya.

"Jadi ini memang fokus mencari buku yang di rumah belum punya, untuk tambahan belajar," bebernya.

Sementara pengunjung lain Anis, mengaku sengaja datang di hari pertama untuk berburu diskon. Ia mengaku telah menyiapkan daftar buku yang akan dibeli untuk adik dan keponakannya.

"Ini beli buku untuk keponakan di rumah ada 10 buku, dan ingin ngasih kado buat temen yang anaknya masih umur dua tahunan," bebernya

Menurutnya buku menjadi alternatif yang bisa mengasah daya pikir dan konsentrasi. Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas.

"Buku ini kan jendela dunia ya, biar anak-anak bisa menambah ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan kreativitasnya," akunya. (kap)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#pameran buku internasional #buku impor #Big Bad Wolf Books #pop-up book #KOTA SEMARANG