Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Larung Kepala Kambing, Simbol Syukur dan Harapan Nelayan Mangunharjo Semarang

Adennyar Wicaksono • Selasa, 7 Juli 2026 | 18:48 WIB
Nelayan Mangunharjo, Tugu melakukan sedekah laut sebagai wujud harmonisasi alam
Nelayan Mangunharjo, Tugu melakukan sedekah laut sebagai wujud harmonisasi alam

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Deru mesin kapal dan deburan ombak, mengiringi ratusan nelayan dan masyarakat RW 5 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, untuk melakukan sedekah laut dengan melarung kepala kambing yang ditempatkan di miniatur kapal, Selasa (7/7).

Prosesi ini dilakukan sebagai harmonisasi alam yang dilakukan nelayan setelah bulan Muharram ataupun Suro.

Sebelumnya dilakukan doa bersama di tengah perkampungan, yang kemudian mengarak miniatur kapal, gunungan ke tepi pantai.

Adapun tradisi ini, merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan nelayan yang tinggal di pesisir pantai yang ada di Kecamatan Tugu dan menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas rezeki yang mereka peroleh dari laut.

"Ini tradisi rutin, setelah Muharam atau Suro dan dilaksanakan antara Jumat atau Selasa Kliwon. Ini menjadi simbol harmonisasi antara manusia dengan alam,," kata Ketua Panitia Sedekah Laut Mangunharjo, Rahmat.

Baca Juga: Sedekah Rawa Pening, Warga Rowoboni Larung Hasil Bumi sebagai Wujud Syukur

Arak-arakan kata dia, dilakukan dari tengah perkampungan menuju ke dermaga perahu yang ada di bibir pantai.

Kemudian sesaji, di bawa ketengah laut menggunakan perahu dengan jarak sekitar 5 kilometer. Prosesi tersebut dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh dari laut.

"Sebagai masyarakat yang mencari nafkah di laut, Tradisi sedekah laut ini kami laksanakan sebagai wujud syukur sekaligus budaya lokal yang harus terus diimplementasikan dan dilestarikan," tambah dia.

Sesaji yang dilarung berupa kepala kambing dan aneka jajanan pasar. Sementara daging kambing diolah menjadi masakan untuk disantap oleh masyarakat sebagai simbol kebersamaan serta penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

Setelah miniatur kapal dengan kepala kambing di lepas ditengah laut, puluhan kapal nelayan kompak memutar mengelilingi titik pelarungan.

"Saat muter  itu, kita panjatkan doa, agar hasil tangkapan melimpah diberikan kelancaran rezeki saat melaut," pungkasnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, menilai sedekah laut merupakan budaya yang harus dijaga karena telah menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Kecamatan Tugu.

Baca Juga: Sinopsis Terikat Janji Episode 96 Hari Ini: Davina Curigai Novan, Perintah Rahasia Komandan Prama Bongkar Intel!

Pilus sapaannya, menjelaskan tradisi itu memberi harapan dan semangat bagi para nelayan dalam mencari rezeki.

"Budaya ini harus kita dukung secara terus-menerus, tidak boleh berhenti tanpa sebab. Sebab tradisi inilah yang membuat masyarakat bahagia. Mereka meyakini melalui sedekah laut, rezeki akan terus didapat dan diberikan kelancaran saat melaut," jelasnya.

Pria yang merupakan tokoh masyarakat di Kecamatan Tugu ini berharap Pemkot ataupun Pemprov memberikan perhatian lebih agar sedekah laut tidak hanya menjadi perayaan masyarakat lokal, tetapi berkembang menjadi agenda wisata budaya.

"Harus di uri-uri dan dibuat event tahun dengan skala yang lebih besar, tujuannya agar bisa menarik wisatawan agar datang ke Mangunharjo, dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," tambahnya.

Sementara itu, Camat Tugu Muhammad Mirzaq Effendi mengatakan sedekah laut telah menjadi budaya yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat RW 5 Kelurahan Mangunharjo yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Tradisi ini lanjut dia, harus terus dijaga sebagai identitas masyarakat pesisir. Selain itu tradisi sedekah laut yang terus dilestarikan dibarengi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Dia meyakini tradisi ini suatu saat dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.

"Harapan kami tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga disinergikan dengan program Semarang Bersih. Bersih lingkungannya, bersih lautnya dan bersih pantainya sehingga kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Semarang," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#pantai mangunharjo Semarang #larung kepala kambing #sedekah laut