RADARSEMARANG.ID, Semarang - Musim kemarau kering seperti saat ini, tidak hanya bencana kekeringan yang mengintai kita, yang menyebabkan kurangnya pasokan air bersih.
Tapi, bencana kebakaran juga setiap saat mengintai, jika kita lengah dan tidak waspada dengan potensi munculnya titik api atau penyebab kebakaran seperti lupa mematikan kompor, buang puntung sembarangan atau konsleting listrik.
Dari data yang dihimpun RadarSemarang.ID, dalam sehari, hari Minggu kemarin (5/7/26), Kota Semarang diguncang tiga peristiwa kebakaran.
Baca Juga: Amukan Si Jago Merah Ratakan Tempat Usaha Mebel di Pemukiman Padat Mangunharjo Semarang
Tiga insiden yang terjadi di lokasi berbeda tersebut berlangsung dalam rentang waktu sekitar satu jam, mulai dari kawasan Tembalang, Semarang Barat, hingga Pedurungan.
Rangkaian kebakaran tersebut menjadi peringatan bagi kita, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran akibat cuaca panas dan kondisi lingkungan yang lebih kering.
3 Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari
Peristiwa kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Sebuah tempat usaha pembuatan mebel sekaligus gudang penyimpanan kayu di Jalan Durenan Indah, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, dilalap api.
Material kayu yang mudah terbakar menyebabkan kobaran api cepat membesar sebelum akhirnya berhasil ditangani petugas Damkar dibantu warga setempat.
Namun, banyaknya material yang mudah terbakar, membuat tempat usaha itu tak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah. Belum lama berselang, sekitar pukul 19.20 WIB, kebakaran kembali terjadi di Jalan Wiroto II, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat.
Peristiwa tersebut dipicu oleh kebocoran instalasi pipa gas PGN yang kemudian memunculkan kobaran api. Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan mengantisipasi potensi bahaya bagi warga sekitar.
Selang sekitar 10 menit kemudian, tepatnya pukul 19.30 WIB, kebakaran kembali terjadi di Jalan Singa Utara, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan.
Kali ini, api membakar ruangan marbot sebuah masjid. Berkat respons cepat warga dan petugas Damkar, kebakaran dapat dikendalikan sehingga tidak merembet ke bagian bangunan lainnya.
Tiga kejadian kebakaran yang terjadi hampir berurutan tersebut menunjukkan tingginya potensi risiko kebakaran selama musim kemarau.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik, peralatan yang menghasilkan panas, serta memastikan kondisi instalasi gas tetap aman.
Baca Juga: Jangan Asal Cetak! Ini Logo Resmi HUT RI ke-81 Tahun 2026 Karya Fajar Novario dan Aturan Pakainya
Selain itu, pemilik usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar, seperti kayu, bahan kimia, maupun bahan bakar, diharapkan melakukan pemeriksaan rutin terhadap sistem keamanan dan menyediakan peralatan pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi.
Musim kemarau memang menjadi periode yang rawan terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar kejadian serupa dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi