Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Materi Sensitif, Jurnalis Semarang Diusir dan Dipaksa Hapus Foto Saat Liput Menteri Purbaya di Undip

Ida Fadilah • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:02 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memberikan keterangan usai kuliah umum di Undip, Jumat (3/7/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memberikan keterangan usai kuliah umum di Undip, Jumat (3/7/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Para jurnalis di Semarang diusir saat meliput kegiatan kuliah umum yang diisi Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudi Sadewa, Jumat (3/7/2026).

Dalam kegiatan ini, media tidak diperbolehkan masuk dalam kuliah umum. Para jurnalis di Kota Semarang menerima intimidasi dan penghalang-halangan kerja jurnalistik saat meliput kegiatan Menteri Purbaya.

Mulanya para jurnalis diperbolehkan masuk ke aula. Namun, tak berselang lama mereka diminta untuk keluar ruangan atau diusir.

Baca Juga: Ditodong Mahasiswa Undip, Menkeu Purbaya Didesak Evaluasi Total Anggaran Makan Bergizi Gratis

Sedangkan bagi jurnalis yang sudah mengambil foto maupun video dipaksa untuk menghapus.

Salah seorang Jurnalis Semarang, Dhika mengatakan, mendapatkan intimidasi dari pihak Kementerian Keuangan dan Undip saat meliput acara Menteri Purbaya.

Ia menyatakan telah berhasil masuk aula pada pukul 14.15 WIB. Ia pun telah mengambil beberapa foto.

Namun, tiba-tiba ada seorang yang mengaku sebagai staf Kemenkeu mendatangi dan meminta untuk menghapus dokumentasi tersebut. 

Baca Juga: Polisi Tangkap 4 Pembunuh Tapir Viral di Mesuji, Lampung, Dua Pelaku Masih Buron

"Dia bilang kalau di acara Menteri Purbaya tidak mengundang media jadi tidak boleh meliput dan tidak ada doorstop," ujarnya. 

Mendapati perlakuan itu, Dhika dan beberapa jurnalis lainnya terpsak9 keluar. Sehingga tidak bisa meliput.

Bahkan usai kegiatan selesai pun, jurnalis di Semarang kucing-kucingan dengan Purbaya. Jurnalis mencegat di beberapa pintu dan sempat mengejar Purbaya yang akhirnya ditemukan di pintu Basement. 

Direktur Jejaring Media Undip, Nurul Hasfi kemudian menghampiri para jurnalis dan mengatakan tidak mengizinkan peliputan. Begitupun dengan doorstop. 

"Bapak Purbaya hadir di Undip untuk kegiatan kuliah umum bersama mahasiswa. Terkait akses peliputan, hal tersebut telah dikoordinasikan dalam rapat bersama tim protokol kementerian. Undip menghormati dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh protokol kementerian," tutur dia.

Menanggapi hal itu, Menteri Purbaya menyatakan jika kuliah umum tidak bisa diliput karena ada materi yang bersifat sensitif karena ada beberapa dokumen negara.

Baca Juga: Wisata Celah Sempit Jalan Genteng Naringgul Cianjur Selatan Yang Lagi Viral

"Karena ada beberapa hal-hal yang sensitif ya," kata dia.

Atas itu, Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis Jateng-DIY Iwan Afrianto mengecam tindakan protokoler Kemenkeu.

Menurutnya, hal tersebut tergolong sebagai tindakan menghalangi kebebasan pers. Hal itu juga masuk dalam kualifikasi kekerasan terhadap jurnalis. 

"Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis dilindungi oleh hukum. Perbuatan sejumlah orang terhadap para jurnalis di Kota Semarang bertentangan dengan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut tentang kemerdekaan pers," tambah dia. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Menteri Purbaya #Jurnalis diusir #Kuliah Umum Undip #Kebebasan pers #Kemenkeu