Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Detik-detik Evakuasi Korban Selamat Ledakan di PT Raw Botanical Nusantara, 8 Pekerja Tertimbun Reruntuhan Asbes, 1 Tewas

Muhammad Hariyanto • Rabu, 1 Juli 2026 | 12:58 WIB
Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kecelakaan kerja fatal yang mengerikan melanda PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi Gatot Subroto, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi meledak hebat sebelum sempat diperiksa oleh karyawan yang bertugas. Akibatnya, satu orang pekerja tewas mengenaskan dengan luka bakar, dan delapan lainnya mengalami luka luar yang sangat parah.

Guncangan dari ledakan tersebut menghancurkan ruang produksi bagian belakang. Atap asbes runtuh seketika menimpa para pekerja yang berada di bawahnya, sementara ceceran darah memenuhi lokasi hingga ke area depan bangunan pabrik.

Komandan Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa insiden mematikan ini berakar dari malafungsi mesin yang suhunya mendadak melonjak ekstrem di luar batas wajar. Naas, sebelum tindakan preventif sempat dilakukan, mesin maut tersebut sudah keburu meledak.

Baca Juga: Petaka Mesin Overheat di PT Raw Botanical Nusantara Semarang: 1 Pekerja Tewas, 8 Lainnya Luka Parah Tertimpa Asbes

"Informasi sementara, mesin yang digunakan memiliki tekanan tinggi. Suhunya lebih panas dari biasanya. Karyawan yang bertugas hendak memeriksa tekanan mesin, namun belum sempat dilakukan pengecekan, mesin sudah lebih dulu meledak," ungkap Bambang secara rinci.

Kondisi para korban pasca-ledakan sangat kritis. Warga di sekitar lokasi kejadian bahkan harus berkejaran dengan waktu mengekuasi korban selamat menggunakan kendaraan seadanya.

"Begitu tiba di lokasi, kami mendapat informasi ada sekitar tujuh hingga delapan korban luka berat yang sudah dievakuasi warga menggunakan mobil pick up menuju rumah sakit. Saat kami datang, terdapat satu korban yang telah dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Daya hancur dari insiden ini sangat masif dan khas. Bambang Setiawan menegaskan bahwa kerusakan bangunan bukan disebabkan oleh jilatan api, melainkan murni akibat hantaman gelombang tekanan udara yang sangat kuat hingga menerbangkan seng-seng penyangga atap.

"Kalau kebakaran biasanya banyak bekas hangus, asap, dan api. Di lokasi ini lebih terlihat dampak ledakan, atap seng sampai terlepas," tuturnya.

Sembilan pekerja yang berada di episentrum ledakan menjadi korban paling terdampak. Satu orang dinyatakan meninggal dunia di tempat dengan kondisi luka bakar serius, yakni Muhammad Bryan Febryantoro, pemuda asal Jalan Rayungkusuman Raya Mranggen, Demak. Sementara delapan rekan kerja lainnya ditemukan tergeletak terlentang tertimpa material asbes.

"Korban yang terluka rata-rata mengalami luka luar yang cukup serius. Di lokasi juga terlihat banyak bercak darah hingga ke area depan bangunan," tambah Bambang, menggambarkan kondisi para korban yang menderita luka robek parah hingga kulit mengelupas. Beruntung, pekerja lain yang berada di area berbeda berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga: Horor di Kawasan Industri Candi Semarang: Mesin Bertekanan Tinggi Meledak, 1 Pekerja Tewas, 8 Luka Berat

Setelah petugas pemadam kebakaran memastikan area kondusif dan melakukan pendinginan, jenazah korban meninggal segera dievakuasi menggunakan kantong jenazah ke RSUP dr Kariadi Semarang.

Aparat kepolisian dari Polsek Ngaliyan dan Tim Inafis Polrestabes Semarang langsung bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini dan menyatakan bahwa seluruh korban luka saat ini dilarikan ke RS Tugu.

"Iya benar, korban meninggal satu orang, untuk korban luka masih inventarisir, korban luka dibawa ke RS Tugu," kata Kompol Aliet kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hingga saat ini, area pabrik telah lumpuh total dan dijaga ketat oleh pihak berwajib. Polisi masih terus mendalami dan mengumpulkan keterangan guna mencari tahu apakah ada unsur kelalaian prosedur kerja di balik ledakan mesin bertekanan tinggi ini.

"Untuk penyebabnya masih penyelidikan, saksi-saksi masih kita mintai keterangan," tegas Kapolsek menutup keterangannya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#PT Raw Botanical Nusantara #ledakan mesin semarang #kecelakaan kerja ngaliyan #korban tewas pabrik candi #investigasi inafis polrestabes