Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Petaka Mesin Overheat di PT Raw Botanical Nusantara Semarang: 1 Pekerja Tewas, 8 Lainnya Luka Parah Tertimpa Asbes

Muhammad Hariyanto • Rabu, 1 Juli 2026 | 12:51 WIB
Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebuah kecelakaan kerja hebat menghantam wilayah Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Diduga akibat abai terhadap indikasi kelayakan mesin bertekanan tinggi, pabrik PT Raw Botanical Nusantara di blok Gatot Subroto meledak dahsyat. Satu pekerja tewas mengenaskan di tempat, sementara delapan lainnya mengalami luka luar yang sangat mengerikan.

Ledakan yang terjadi di ruang produksi bagian belakang ini menyisakan pemandangan mencekam. Atap-atap asbes jebol dan runtuh seketika, mengubur para pekerja yang berada di bawahnya. Darah segar berceceran dari episentrum ledakan hingga merembet ke area depan bangunan pabrik.

Baca Juga: Horor di Kawasan Industri Candi Semarang: Mesin Bertekanan Tinggi Meledak, 1 Pekerja Tewas, 8 Luka Berat

Detik-Detik Mencekam Gagalnya Antisipasi Mesin Overheat

Komandan Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Bambang Setiawan, membeberkan fakta krusial di lapangan. Ledakan ini bukan bersumber dari api biasa, melainkan akibat tekanan ekstrem dari mesin produksi yang suhunya melonjak drastis secara tidak wajar. Naas, maut menjemput lebih cepat sebelum pemeriksaan teknis sempat dilakukan oleh karyawan.

"Informasi sementara, mesin yang digunakan memiliki tekanan tinggi. Suhunya lebih panas dari biasanya. Karyawan yang bertugas hendak memeriksa tekanan mesin, namun belum sempat dilakukan pengecekan, mesin sudah lebih dulu meledak," papar Bambang secara gamblang mengenai kronologi kejadian.

Ketika tim Damkar tiba, situasi di lapangan sudah sangat kacau. Warga sekitar harus berkejaran dengan waktu, mengevakuasi para korban luka berat secara darurat menggunakan mobil *pick-up* seadanya ke rumah sakit demi menyelamatkan nyawa mereka yang tersisa.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persija Jakarta Datangkan Kiper dari Bhayangkara FC, Persaingan Makin Sengit

"Begitu tiba di lokasi, kami mendapat informasi ada sekitar tujuh hingga delapan korban luka berat yang sudah dievakuasi warga menggunakan mobil pick up menuju rumah sakit. Saat kami datang, terdapat satu korban yang telah dinyatakan meninggal dunia," lanjut Bambang.

Kerusakan Masif: Korban Mengalami Kulit Mengelupas

Daya hancur dari tekanan tinggi mesin tersebut menyerupai dampak bom. Bangunan pabrik tidak hangus oleh api besar, melainkan hancur lebur diterjang gelombang tekanan udara (shockwave). Atap-atap seng raksasa bahkan terlempar dari dudukannya akibat kuatnya daya ledak.

"Kalau kebakaran biasanya banyak bekas hangus, asap, dan api. Di lokasi ini lebih terlihat dampak ledakan, atap seng sampai terlepas," jelas Bambang.

Akibat fatal harus ditanggung oleh sembilan pekerja yang posisinya paling dekat dengan mesin maut tersebut. Dari total korban, satu orang meninggal dunia dengan luka bakar parah, diidentifikasi sebagai Muhammad Bryan Febryantoro, seorang pemuda warga Jalan Rayungkusuman Raya, Mranggen, Demak. Sementara delapan rekan kerjanya ditemukan tergeletak terlentang tertimpa asbes dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan.

"Korban yang terluka rata-rata mengalami luka luar yang cukup serius. Di lokasi juga terlihat banyak bercak darah hingga ke area depan bangunan," ungkap Bambang, menambahkan bahwa para korban menderita luka robek parah dan kulit mengelupas akibat hantaman hebat ledakan. Beruntung, pekerja lain di sisi bangunan berbeda berhasil meloloskan diri dari maut.

Baca Juga: Tujuh Bulan Nganggur, Lima Dapur MBG di Wilayah 3T Jateng Belum Beroperasi

Polisi Pasang Police Line, Selidiki Unsur Kelalaian

Setelah tim Damkar berhasil memastikan area terdampak aman dan melakukan pendinginan, lokasi kejadian langsung diambil alih oleh aparat penegak hukum. Korban meninggal dunia segera dievakuasi menggunakan kantong jenazah ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk keperluan visum.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan terjadinya peristiwa maut yang mengorbankan para pekerja ini. Pihaknya menyatakan saat ini seluruh korban luka masih terus diidentifikasi dan dalam penanganan medis intensif.

"Iya benar, korban meninggal satu orang, untuk korban luka masih inventarisir, korban luka dibawa ke RS Tugu," tegas Kompol Aliet kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat ini, gerbang PT Raw Botanical Nusantara telah disegel rapat dengan garis polisi (police line). Anggota kepolisian dari Polsek Ngaliyan bersama Tim Inafis Polrestabes Semarang tengah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) secara mendalam guna mengumpulkan bukti-bukti teknis dan memeriksa saksi-saksi kunci demi mengungkap apakah ada unsur kelalaian (kelalaian K3) di balik ledakan fatal ini.

"Untuk penyebabnya masih penyelidikan, saksi-saksi masih kita mintai keterangan," pungkas Kapolsek menutup keterangannya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#kecelakaan kerja candi #PT Raw Botanical Nusantara #korban tewas mesin meledak #ledakan pabrik semarang #Kawasan Industri Candi