Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Horor di Kawasan Industri Candi Semarang: Mesin Bertekanan Tinggi Meledak, 1 Pekerja Tewas, 8 Luka Berat

Muhammad Hariyanto • Rabu, 1 Juli 2026 | 12:47 WIB
Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tragedi mematikan mengguncang Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis.

Ledakan dahsyat di pabrik yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto tersebut mengubah ruang produksi bagian belakang menjadi medan horor. Atap-atap asbes hancur berantakan menimpa para pekerja, sementara ceceran darah segar tampak memenuhi lantai hingga ke area depan bangunan.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Tim Geypens Disebut Selangkah Lagi Bergabung dengan Bali United

Korban Tewas Terbakar, Korban Luka Tertimbun Atap

Satu pekerja dilaporkan tewas di tempat dengan kondisi luka bakar yang mengenaskan. Korban diidentifikasi bernama Muhammad Bryan Febryantoro, seorang pemuda asal Jalan Rayungkusuman Raya, Mranggen, Demak.

Saat ledakan terjadi, Bryan dan delapan rekannya berada di titik paling dekat dengan sumber ledakan. Tragisnya, delapan korban selamat ditemukan dalam kondisi terlentang dan tergeletak tak berdaya di ruangan belakang akibat tertimpa reruntuhan material asbes, dengan luka robek dan kulit mengelupas akibat hantaman destruktif mesin tersebut.

Baca Juga: Meteran Air di Jalan Diponegoro Salatiga Digasak Maling, PDAM Minta Warga Pasang Gembok Pengaman

Detik-Detik Mencekam Sebelum Ledakan

Komandan Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Bambang Setiawan, mengungkapkan bahwa petaka ini diduga kuat dipicu oleh mesin produksi yang mengalami overheat dan tekanan ekstrem di luar batas normal.

Pekerja sebenarnya sudah menyadari adanya kejanggalan pada mesin tersebut, namun maut bergerak lebih cepat sebelum antisipasi sempat dilakukan.

"Informasi sementara, mesin yang digunakan memiliki tekanan tinggi. Suhunya lebih panas dari biasanya. Karyawan yang bertugas hendak memeriksa tekanan mesin, namun belum sempat dilakukan pengecekan, mesin sudah lebih dulu meledak," jelas Bambang.

Bambang menambahkan, begitu menerima laporan, timnya langsung bergerak cepat ke lokasi. Namun, situasi di lapangan sudah sangat kritis. Warga sekitar bahkan harus mengevakuasi para korban luka menggunakan mobil *pick-up* seadanya demi menyelamatkan nyawa mereka.

"Begitu tiba di lokasi, kami mendapat informasi ada sekitar tujuh hingga delapan korban luka berat yang sudah dievakuasi warga menggunakan mobil pick up menuju rumah sakit. Saat kami datang, terdapat satu korban yang telah dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Kerusakan Khas Ledakan Bom

Daya hancur dari insiden ini sangat masif. Alih-alih hangus terbakar, kondisi bangunan pabrik justru menunjukkan kerusakan khas akibat tekanan udara yang meledak hebat. Lembaran-lembaran atap seng bahkan terlempar jauh dari rangkanya.

"Kalau kebakaran biasanya banyak bekas hangus, asap, dan api. Di lokasi ini lebih terlihat dampak ledakan, atap seng sampai terlepas," beber Bambang.

Ia juga menggambarkan betapa mengerikannya dampak fisik yang dialami para korban di area episentrum ledakan.

Baca Juga: Tujuh Bulan Nganggur, Lima Dapur MBG di Wilayah 3T Jateng Belum Beroperasi

"Korban yang terluka rata-rata mengalami luka luar yang cukup serius. Di lokasi juga terlihat banyak bercak darah hingga ke area depan bangunan," ungkapnya.

Beruntung, pekerja lain yang berada di ruangan berbeda berhasil menyelamatkan diri dari guncangan maut tersebut. Setelah memastikan kondisi aman dan melakukan pendinginan di area terdampak, petugas pemadam langsung berkoordinasi dengan pihak ambulans dan kepolisian.

Pabrik Disegel, Polisi Selidiki Kelalaian

Jenazah Muhammad Bryan Febryantoro kini telah dievakuasi menggunakan kantong jenazah ke RSUP dr Kariadi Semarang. Sementara delapan korban luka berat dilarikan ke RS Tugu untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan insiden maut tersebut dan menyatakan bahwa fokus pihak kepolisian saat ini adalah menginventarisir korban serta menyelidiki penyebab pasti ledakan.

"Iya benar, korban meninggal satu orang, untuk korban luka masih inventarisir, korban luka dibawa ke RS Tugu," ungkap Kompol Aliet kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat ini, PT Raw Botanical Nusantara telah lumpuh total. Garis polisi (police line) telah terpasang rapat di pintu gerbang perusahaan, sementara Tim Inafis Polrestabes Semarang bersama Polsek Ngaliyan terus melakukan olah TKP secara mendalam. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berspekulasi dini dan masih mengumpulkan bukti serta memeriksa para saksi.

"Untuk penyebabnya masih penyelidikan, saksi-saksi masih kita mintai keterangan," pungkas Kapolsek. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#edakan pabrik semarang #kecelakaan kerja candi #PT Raw Botanical Nusantara #korban tewas mesin meledak #Kawasan Industri Candi