RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sempat melarikan diri karena takut diamuk massa, pengemudi mobil Hyundai Santa Fe yang memicu kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, Semarang Selatan, akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
Pengemudi berinisial O (30) tersebut datang ke Kantor Satlantas Polrestabes Semarang dengan didampingi oleh orang tuanya setelah sempat bersembunyi di rumahnya di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.
Kecelakaan ini sendiri melibatkan dua mobil dan tiga sepeda motor hingga mengakibatkan tujuh orang terluka.
Baca Juga: Diduga Mabuk, Polisi Buru Sopir Hyundai Santa Fe Pelaku Tabrak Lari Beruntun di Semarang
"Pengemudi sudah kita amankan, dia menyerahkan diri diantar orangtuanya ke Semarang Barat (Kantor Satlantas Polrestabes Semarang," ungkap Kanit Lakalantas Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (30/6/2026).
Mobil Hyundai Santa Fe tersebut bernopol B 2543 AIC. AKP Untung menyebut, mobil tersebut dikemudikan seorang pria warga Ungaran Kabupaten Semarang.
"Inisial O, usianya sekitaran 30 tahun. Dia orang Ungaran," bebernya.
Kecelakaan yang dipicu mobil Hyundai awalnya kendaraan tersebut melaju dari timur ke barat.
Saat melintas dilokasi kejadian mobil Hyundai melaju berjalan terlalu ke kanan, hingga melewati marka dan menabrak Suzuki Splash warna Silver H 1716 DM, dikemudikan Zakip, mahasiswa warga Kecamatan Tembalang, yang berjalan dari arah berlawanan.
"Dia (mobil Hyundai) melaju di kiri terus tidak bisa dikendalikan, rem tidak berfungsi, katanya (pengakuan O) rem nyeplos," katanya.
"Kemudian ada celah kosong berusaha banting ke kanan, pas disitu ada mobil Splash melaju dari arah berlawanan, melaju sesuai jalur, kemudian bertabrakan dengan kendaraan Splash," bebernya.
Kecelakaan lalulintas yang dipicu oleh mobil Hyundai Santa Fe ini, juga menabrak pengendara motor Honda Beat K 5932 BZC, dikendarai Cindy P, mahasiswi asal Batealit Kabupaten Jepara.
Honda Vario H 5715 MC, dikendarai Evita A, perempuan pekerja wiraswasta warga Bawen Kabupaten Semarang.
Selain itu juga menabrak Honda CB 150X bernopol DR 4500 EL, dikendarai Yuli I, pekerja swasta warga Talangagung Kepanjen, Malang.
"Setelah kecelakaan dia lari ke rumah di daerah Ungaran. Dia bonceng orang naik kendaraan, sampai Tanah Putih terus telepon keluarganya, tapi dia enggak mau cerita," katanya.
"Setelah sampai rumah ditanya kenapa? Terus billing sama keluarganya paginya diantar ke kantor Semarang bareng," lanjutnya.
Pengemudi mobil Hyundai juga masih dalam pemeriksaan intensif kepolisian. Alasan melarikan diri, AKP Untung menyampaikan, pengemudi mobil Hyundai lantaran merasa ketakutan khawatir diamuk warga.
"Jadi pada saat kejadian itu karena merasa shock dan takut dia mengamankan diri, takut di massa," ujarnya.
Terkait diduga sedang dalam kondisi mabuk, pihaknya juga mengatakan hasil tes urine nihil narkoba.
"Kalau mabuk dan sebagainya enggak, karena sudah kita cek kan ke rumah sakit hasilnya juga negatif semua, enggak ada," katanya.
Menanggapi pengemudi tersebut juga mengalami kecelakaan di TKP lain dan kabur hingga akhirnya terjadi kecelakaan dengan mobil Suzuki Splash, pihaknya juga mengatakan sampai sejauh ini tidak ada korban yang melaporkan kejadian tersebut.
"Kalau itu enggak. Logikanya kalau dia merasa ditabrak, otomatis pada saat kejadian yang kedua, dia pasti nyamperin kesitu. Tapi sampai saat ini tidak ada dari korban melapor," ujarnya.
Akibat kejadian ini juga mengakibatkan tujuh orang mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.
Pihaknya menyampaikan, tidak ada korban meninggal dalam kejadian tersebut hanya mengakibatkan luka-luka. Sampai sekarang, para korban juga masih dalam perawatan medis di rumah sakit.
"Keluarga pihak pengemudi, bapak sama ibunya juga ke rumah sakit bertemu keluarga korban yang terlibat kecelakaan. Pada intinya sudah ada itikad baik bertanggung jawab," katanya.
Terkait kondisi pengemudi mobil Hyundai, AKP Untung mengatakan juga mengalami luka di bagian wajah.
"Ada luka di bagian pipi sebelah kanan," katanya.
Sedangkan terkait adanya unsur pidana dalam kejadian ini, pihaknya mengatakan masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sopir Hyundai.
"Sementara masih kita periksa, mintai keterangan. Nanti proses selanjutnya kita gelarkan (gelar perkara internal)," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalulintas melibatkan dua mobil dan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Semarang Selatan Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 18.00.
Saat ini, kepolisian masih memburu pengemudi mobil yang menyebabkan kecelakaan tersebut. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi