RADARSEMARANG.ID, Semarang – Badan Layanan Unit Daerah (BLUD) Trans Semarang, tahun ini menargetkan 132 unit armada baru untuk mengganti armada yang rusak dan tua.
Sampai Juni ini, sudah ada 61 unit armada Trans Semarang yang sudah diremajakan, targetnya sampai akhir tahun ini peremajaan dilakukan secara bertahap.
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan, penambahan armada akan terus dilakukan secara bertahap.
Nantinya pada bulan Juli, akan ada sekitar 20 unit bus baru kembali akan dioperasikan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan di karoseri.
Baca Juga: Pendaftaran Gelombang Kedua Ditutup, 163 SD Negeri di Kota Semarang Tetap Kurang Peminat
"Per 29 Juni sudah beroperasi 61 unit. Nanti bulan Juli rencananya akan bertambah sekitar 20 unit lagi, sedangkan sisanya masih proses di karoseri,"katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (29/6).
Dia menerangkan, puluhan bus baru tersebut telah tersebar di hampir seluruh koridor Trans Semarang, meliputi Koridor 2, Koridor 4, Koridor 8, serta layanan Feeder 1, Feeder 3, dan Feeder 4.
"Seluruh armada yang telah beroperasi saat ini masih menggunakan mesin diesel," tambah dia.
Sementara armada bus listrik, lanjut Haris dia menjadwalkan mulai beroperasi mulai Agustus, sebanyak satu unit.
Haris menjelaskan, pengadaan bus listrik akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai total 27 unit.
"Pada tahap awal, seluruh armada listrik akan melayani Koridor 1 dengan rute Mangkang–Penggaron," jelasnya.
Selain armada, Trans Semarang juga terus melakukan penataan halte. Haris mengatakan, peremajaan halte tidak hanya berupa renovasi bangunan, tetapi juga dapat dilakukan dengan pemindahan lokasi berdasarkan hasil evaluasi operasional dan kondisi lalu lintas.
Baca Juga: Diduga Mabuk, Polisi Buru Sopir Hyundai Santa Fe Pelaku Tabrak Lari Beruntun di Semarang
Salah satu contohnya berada di kawasan Mijen. Halte yang sebelumnya berada di titik lama dipindahkan menyusul evaluasi terhadap kepadatan lalu lintas di kawasan pasar Mijen, terutama pada sore hari.
"Di Mijen memang ada permintaan masyarakat. Setelah kami evaluasi, ruas jalan di lokasi sebelumnya cukup padat, sehingga titik halte kami geser ke lokasi yang jalannya lebih lebar, yakni di depan RS Mijen. Harapannya tidak mengganggu arus lalu lintas," Pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi