Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terendah dalam Tiga Tahun, SDN Wonodri Semarang Hanya Diminati 8 Calon Siswa

Ida Fadilah • Minggu, 28 Juni 2026 | 07:22 WIB
Suasana SDN Wonodri di Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (26/6/2026).
Suasana SDN Wonodri di Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (26/6/2026).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SD Negeri Wonodri, Kota Semarang, terus menurun. 

Hingga berakhirnya dua gelombang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah tersebut baru memperoleh delapan calon siswa.

Pantauan di SDN Wonodri, suasana pendaftaran terlihat lengang. Tidak tampak antrean calon peserta didik maupun orang tua. Hanya beberapa guru yang berjaga di ruang pendaftaran.

Baca Juga: Jadwal 32 besar Piala Dunia 2026 Terbaru Lengkap dengan Aturan Baru Babak Gugur Piala Dunia 2026

Kepala SDN Wonodri, Siti Markamah, mengakui jumlah pendaftar tahun ini jauh dari target yang diharapkan sekolah.

"Kondisinya seperti ini tahun sekarang, tidak sesuai harapan ya. Kalau harapan kami kan penuh," kata Siti, Jumat (26/6/2026).

Pada gelombang pertama, sekolah hanya mendapatkan lima pendaftar. Setelah gelombang kedua selesai, total calon siswa yang mendaftar baru mencapai delapan orang.

"SPMB ini ada dua gelombang, pertama kami dapat lima siswa. Sampai sekarang ada delapan. Mudah-mudahan setelah ini ada pendaftaran offline," ujarnya.

Baca Juga: Sinopsis Terikat Janji Episode 85: Bocor! Nyawa Davina Terancam Suntikan Maut Julian di Rumah Sakit, Imbas Terbongkarnya Korupsi Dipa

Jumlah tersebut bahkan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Pada SPMB 2025, SDN Wonodri masih mampu menerima 17 siswa baru.

Sementara sejak Siti menjabat sebagai kepala sekolah pada akhir 2023, capaian tahun ini menjadi yang terendah.

"Sejak saya di sini, ini PPDB yang ketiga. Dan ini yang paling sedikit. Sebelum saya itu siswanya hanya 9, tapi terus nambah, 14, sampai kemarin 17. Lah ini kok balik lagi," ungkapnya.

Siti menduga, berkurangnya jumlah anak usia sekolah di kawasan pusat Kota Semarang menjadi salah satu penyebab utama minimnya pendaftar.

Menurutnya, banyak keluarga muda kini memilih tinggal di wilayah pinggiran karena harga rumah dan biaya sewa di pusat kota semakin mahal.

"Mungkin mereka lebih memilih tinggal di daerah pinggir seperti Genuk, Gunungpati, Banyumanik. Di sana malah banyak muridnya karena dekat rumah," jelasnya.

Baca Juga: Plot Twist Terikat Janji Episode 85: Bukan Cuma Ryan, Siapa Sosok 'Anak Satunya' yang Dijenguk Veronika di RS? Davina Syok Dengar Fakta Ini!

Selain faktor demografi, lanjutnya, persaingan dengan sekolah swasta juga dinilai turut memengaruhi minat masyarakat.

Sekolah swasta dinilai menawarkan fasilitas, program kegiatan, hingga sistem pembelajaran full day yang lebih sesuai bagi orang tua bekerja.

"Tidak bisa dipungkiri ya mungkin karena kualitas, kalau swasta kan mereka bayar, jadi punya banyak kegiatan yang lebih bagus, fasilitasnya juga. Dan kebanyakan full day, cocok untuk keluarga yang bekerja. Kalau kami sampai sekitar jam 13.30 WIB," katanya.

Padahal, lanjut Siti, SDN Wonodri telah menambah berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti tari, kriya, komputer, dan pramuka untuk meningkatkan daya tarik sekolah.

"Saya sejak di sini memang memperbanyak ekstrakurikuler, kegiatan, gelar karya. Makanya saya sempat optimistis. Tahun-tahun kemarin jumlah siswa juga sempat naik, tapi tahun ini ternyata turun lagi. Ini jadi tantangan bagi kami," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, pihak sekolah berencana memperkuat sosialisasi kepada masyarakat dan menambah penanda lokasi sekolah agar lebih mudah dikenali. 

Selain itu, Siti juga berharap kebijakan zonasi dalam SPMB dapat diperketat agar sekolah-sekolah di lingkungan setempat lebih diprioritaskan.

"Harapan kami zonasi itu dibatasi dulu per kelurahan. Jadi satu kelurahan penuh dulu, baru zona berikutnya. Kalau sekarang sekolah-sekolah besar bisa mengambil murid dari mana-mana," tuturnya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#spmb 2026 #SDN Wonodri #Siswa Baru #Sekolah Negeri #KOTA SEMARANG