RADARSEMARANG.ID, Semarang – Aksi seorang pria di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, memicu kemarahan publik setelah video dirinya melempar seekor kucing dari atas Jembatan Kartini viral di media sosial. Pelaku berinisial Wiji (40), warga Medoho, kini diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 21.00. Yang menjadi sorotan, pelaku tidak hanya membuang kucing tersebut, tetapi juga merekam aksinya menggunakan telepon genggam sebelum video itu beredar luas dan menuai kecaman masyarakat.
Merespons viralnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Gayamsari bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Wiji di kediamannya pada Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Pedagang Bakso Salatiga Desak Aksi Mogok Daging Sapi Dihentikan, Usaha Mulai Terancam
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal, kucing tersebut sebelumnya masuk ke rumah pelaku. Wiji sempat berupaya mencari pemilik hewan itu melalui grup WhatsApp lingkungan RT, namun tidak mendapat tanggapan.
"Setelah tidak ada yang mengaku sebagai pemilik, terduga pelaku membawa kucing tersebut dan membuangnya dari atas jembatan," ujar Riki.
Dalam pemeriksaan, Wiji mengaku tidak berniat membunuh atau menenggelamkan kucing tersebut. Ia berdalih melempar hewan itu ke area bantaran Sungai Banjir Kanal Timur yang dipenuhi rerumputan, bukan ke aliran sungai.
Namun polisi menegaskan pengakuan pelaku belum menjadi kesimpulan akhir. Penyidik masih mendalami seluruh fakta, termasuk memeriksa saksi, mengecek lokasi kejadian, dan mengumpulkan alat bukti lain untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
"Kami tidak hanya berpatokan pada pengakuan pelaku. Semua fakta akan didalami secara objektif dan menyeluruh," tegas Riki.
Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. Sejumlah saksi, termasuk Ketua RT dan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut, juga telah dimintai keterangan.
Di hadapan penyidik, Wiji mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena emosi setelah mengetahui kucing itu buang kotoran di tempat tidurnya.
"Awalnya kucing itu masuk ke rumah, dan saya usir. Kemudian saya keluar rumah beli rokok. Pulang pulang, saya dikasih tau anak perempuan saya, kalau kucing itu buang kotoran di kasur. Terus saya foto kucing itu, dan saya share di grup RT, intinya mencari pemilik kucing itu," kata Wiji.
Lantaran tidak ada yang mengakui, Wiji kemudian memvideo aksinya saat melempar kucing dari atas Jembatan Kartini. "Memang saya video karena saya jengkel tidak ada warga yang mau mengakui," lanjutnya.
Wiji juga mengaku, kucing itu ia lempar dan jatuh ke rerumputan di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur. "Bukan di air, jaraknya beberapa meter. Itu rumput," ujarnya.
Kini, setelah videonya viral dan menjadi perhatian publik, Wiji mengaku menyesal serta menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat maupun pecinta kucing atas perbuatannya.
Polisi memastikan proses penyelidikan masih berlangsung. Jika ditemukan unsur tindak pidana terkait kekerasan terhadap hewan, pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (mha)