RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebangkitan New PM di kawasan Johar Selatan ternyata bukan sekadar upaya menghidupkan kembali pasar legendaris Semarang.
Pengelola kini menyiapkan kawasan tersebut menjadi ruang publik kreatif yang memadukan perdagangan, kuliner, hiburan, hingga aktivitas komunitas.
Ketua Paguyuban New PM Pasar Johar Selatan dan Kanjengan, Yuli Eko Siswanto, mengatakan gagasan menghidupkan kembali PM muncul saat melihat banyak kios di Pasar Johar yang kosong meski bangunan pasar telah dibangun dengan anggaran besar.
Baca Juga: Berburu Harta Karun di New PM Johar Semarang, Ada Tas Mewah hingga Sepatu Branded
"PM itu pasar legenda. Kalau dulu dikenal sebagai Pasar Maling, sekarang bisa diartikan sebagai Pasar Modern atau Pasar Murah. Yang penting aktivitas perdagangannya tetap hidup," ujarnya.
Selama hampir lima bulan terakhir, Eko bersama sepuluh pengurus melakukan persiapan untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Hasilnya, jumlah pedagang yang bergabung terus meningkat.
"Dari target awal 200 pedagang, sekarang sudah sekitar 812 pedagang yang masuk. Target kami 1.000 lapak terisi," katanya.
Untuk menarik minat masyarakat, pengelola membebaskan seluruh biaya sewa dan pungutan.
"Silakan warga Semarang yang ingin berkarya dan berjualan di sini. Gratis, tidak ada biaya apa pun. Yang penting lapaknya dipakai untuk usaha," tegasnya.
Menurut Eko, tantangan terbesar saat ini bukan lagi mengisi kios, melainkan mengembalikan ingatan masyarakat terhadap PM yang sempat mati setelah kebakaran Pasar Johar.
"Sekarang yang kami butuhkan promosi. Butuh influencer, kreator konten, dan dukungan supaya masyarakat tahu PM sudah hidup lagi," ujarnya.
Tak hanya berisi aktivitas perdagangan, New PM juga mulai disiapkan sebagai pusat kegiatan kreatif.
Lantai empat Johar Selatan dirancang menjadi sentra kuliner dan ruang pertunjukan musik.
Sementara lantai dua dan tiga diisi pedagang fesyen baru, produk branded bekas, barang antik, kerajinan tangan, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Kawasan Kanjengan juga akan dikembangkan sebagai pusat terapi kesehatan.
Baca Juga: KPK Sita Rumah Mewah Fadia Arafiq di Semarang, Plang Penyitaan Terpasang di Depan Rumah
Bagi Eko, membangkitkan PM bukan hanya soal ekonomi, melainkan menjaga sejarah dan identitas Kota Semarang.
"Ini pasar legenda Semarang yang harus diuri-uri. Harapannya generasi muda bisa melanjutkan dan membawa PM kembali besar seperti dulu," katanya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi