Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Nikahi Pria 8 Tahun Lebih Muda, Komariah Sumringah Jadi Pengantin di Akad Massal Unnes Semarang

Ida Fadilah • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:52 WIB
Potret bahagia Komariah dan Muh Slamet ikut Akad Massal di Unnes Mantu di Kampung Budaya Unnes, Jumat (19/6/2026).
Potret bahagia Komariah dan Muh Slamet ikut Akad Massal di Unnes Mantu di Kampung Budaya Unnes, Jumat (19/6/2026).

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah Komariah usai resmi menyandang status sebagai istri.

Perempuan asal Kota Salatiga itu menjadi salah satu peserta akad nikah massal yang digelar Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Jumat (19/6/2026).

Momen bahagia tersebut terasa semakin spesial bagi Komariah. Selain menikah secara gratis, ia juga berhasil mewujudkan impiannya untuk bersanding dengan pria yang usianya delapan tahun lebih muda darinya, Muh Slamet.

Baca Juga: Viral! Video Sejoli di Taman Bangetayu Semarang Bikin Heboh, Camat Ungkap Fakta Kondisi Lokasi

Dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, perempuan berusia 51 tahun itu tampak semringah saat memperkenalkan suaminya kepada para tamu dan awak media.

“Alhamdulillah sekarang sudah sah. Saya sangat senang bisa menikah lewat program ini. Suami saya lebih muda, usianya 43 tahun. Yang penting kami sama-sama bahagia,” ujarnya sambil tersenyum.

Komariah mengaku telah lama menantikan kesempatan mengikuti akad nikah massal. Saat mengetahui Unnes membuka pendaftaran melalui program Unnes Mantu, ia langsung mendaftar dan berharap bisa menjadi peserta terpilih.

Harapannya pun terwujud. Bersama delapan pasangan lainnya, ia menjalani prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat di tengah nuansa budaya Jawa yang kental.

Baca Juga: 9 Hari Hilang Misterius Jelang Visum, Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh Ayah Kandung di Batang Tiba-tiba Muncul

Menurutnya, program tersebut sangat membantu pasangan yang ingin menikah tetapi terkendala biaya.

Sebab seluruh kebutuhan pernikahan telah disiapkan panitia, mulai dari rias pengantin, venue, dokumentasi, mahar, hingga bantuan pengurusan administrasi ke Kantor Urusan Agama (KUA).

“Senang sekali karena semuanya dibantu. Ada make up, fotografer, mahar, sampai urusan administrasi. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan,” katanya.

Dosen pembimbing kegiatan Unnes Mantu, Didik Supriadi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan pengembangan dari praktik mata kuliah pranatacara di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa serta Sastra Jawa Unnes.

Jika sebelumnya mahasiswa hanya menggelar simulasi prosesi pernikahan adat Jawa, tahun ini kegiatan diperluas dengan menghadirkan akad nikah massal yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat.

“Kalau hanya simulasi, manfaatnya kurang terasa. Karena itu kami menghadirkan akad nikah massal agar kegiatan akademik juga memberikan dampak sosial,” ujarnya.

Baca Juga: Pelaku Penyerangan Istri di SD Kalipancur Semarang Diduga Sudah Merencanakan Aksinya, Terancam 10 Tahun Penjara

Antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi. Pendaftar datang tidak hanya dari Kota Semarang, tetapi juga dari daerah lain seperti Demak dan Salatiga.

Setelah melalui proses seleksi administrasi dan verifikasi, sembilan pasangan dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti program tersebut.

Panitia menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta, mulai dari tempat akad, rias pengantin, mahar berupa seperangkat alat salat, hiburan, konsumsi, hingga bantuan pengurusan dokumen pernikahan.

Selain akad nikah massal, rangkaian Unnes Mantu 2026 juga akan menghadirkan prosesi panggih pengantin Jawa bertajuk Lintas Masa pada Sabtu (20/6/2026).

Pergelaran itu akan menampilkan beragam tradisi pernikahan Jawa, mulai gaya Keraton Surakarta, kerabat keraton, saudagar, hingga gaya Yogyakarta.

“Kami ingin mengenalkan kekayaan budaya pernikahan Jawa sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Didik. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Unnes Mantu 2026 #akad nikah massal Unnes #Komariah Salatiga #nikah gratis Semarang #Kampung Budaya Unnes