RADARSEMARANG.ID, Semarang – Suasana pembagian rapor di SD Kalipancur 02, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang semula berlangsung normal mendadak berubah tegang, Jumat (19/6/2026) pagi. Sebuah insiden yang melibatkan orang tua murid terjadi di lingkungan sekolah dan mengundang perhatian guru, wali murid, hingga warga sekitar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, bertepatan dengan jadwal pengambilan rapor siswa. Saat itu, sejumlah orang tua murid tengah berdatangan ke sekolah untuk mengambil hasil belajar anak-anak mereka.
Menurut keterangan saksi di lokasi, seorang perempuan yang merupakan wali murid datang ke sekolah menggunakan sepeda motor untuk mengambil rapor anaknya yang duduk di kelas 1. Tak lama kemudian, seorang pria yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban datang dan terjadi keributan di area sekolah.
Kondisi yang semula tenang berubah menjadi gaduh. Sejumlah guru dan orang tua murid yang berada di lokasi berusaha mencari tahu sumber keributan sekaligus mengamankan situasi agar tidak mengganggu aktivitas sekolah.
"Kejadiannya cukup cepat. Tiba-tiba ada keributan dan orang-orang langsung berdatangan untuk membantu," ujar Aris, salah satu saksi mata.
Warga dan sejumlah orang tua murid yang berada di lokasi kemudian berupaya melerai dan mengendalikan situasi. Seorang pria yang diduga terlibat dalam insiden tersebut berhasil diamankan sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.
Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Truk Trailer di Jalur Pantura Pati–Juana, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Tak berselang lama, anggota kepolisian dari Polsek Ngaliyan bersama unsur terkait datang ke sekolah untuk melakukan penanganan dan mengamankan terduga pelaku guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, seorang perempuan yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut segera mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Insiden ini sempat menjadi perhatian para wali murid dan warga sekitar karena terjadi di tengah aktivitas pengambilan rapor yang biasanya berlangsung tertib dan penuh suasana kekeluargaan.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman terkait kronologi maupun motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif, terutama saat berlangsung kegiatan yang melibatkan banyak siswa dan orang tua murid. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi