RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pembangunan penguatan Jalan Gombel Lama terus dikebut. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pengerjaan telah mencapai 39,72 persen dan ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal.
Namun di balik percepatan proyek tersebut, muncul keluhan warga terkait kerusakan puluhan rumah di sekitar lokasi pekerjaan.
Sedikitnya 25 rumah warga di Kelurahan Tinjomoyo dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah melakukan pendataan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Lurah Tinjomoyo, Suratmin membenarkan adanya rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan selama proyek berlangsung. Menurutnya, BPJN telah melakukan survei langsung ke lapangan.
"Rumah-rumah yang terdampak sudah didata. Setelah pekerjaan pengeboran dan pemancangan selesai, kerusakan akan ditindaklanjuti dan diperbaiki oleh pihak pelaksana," ujarnya.
Ia menegaskan koordinasi antara pemerintah kelurahan, warga, dan pelaksana proyek terus dilakukan agar warga memperoleh kepastian terkait penanganan dampak pembangunan.
Menurut Suratmin, pemerintah tidak akan membiarkan warga menghadapi persoalan tersebut sendirian. Seluruh laporan akan menjadi bagian dari evaluasi proyek.
Sementara itu, Koordinator Lapangan proyek Jalan Gombel Lama, Dicky mengatakan pihak kontraktor sejak awal telah melakukan dokumentasi terhadap bangunan warga di sekitar proyek.
Menurutnya, sejumlah rumah yang kini dikeluhkan warga sebenarnya sudah memiliki keretakan sebelum pekerjaan dimulai.
"Sebelum pekerjaan berjalan kami sudah melakukan dokumentasi awal. Ada beberapa bangunan yang memang sudah mengalami retak-retak sebelumnya," katanya.
Sebagai langkah pemantauan, kontraktor juga memasang kaca pada sejumlah titik retakan rumah warga.
Metode tersebut digunakan untuk mengetahui apakah terjadi pergeseran baru selama proyek berlangsung.
Baca Juga: Perbaikan Gombel Lama Semarang Dikebut, Target Akhir Agustus-September Bisa Digunakan
"Kami tempel kaca di titik retakan. Kalau ada pergerakan, kaca akan pecah. Sampai sekarang sebagian besar masih utuh dan terus kami pantau," jelasnya.
Selain itu, pihak kontraktor mengaku rutin melakukan penyiraman dua kali sehari guna mengurangi dampak debu yang dikeluhkan warga.
Meski demikian, warga berharap pendataan yang telah dilakukan tidak berhenti pada tahap inventarisasi semata.
Mereka meminta ada tindak lanjut nyata berupa perbaikan bangunan maupun kompensasi atas kerusakan yang terjadi.
Di tengah progres proyek yang mendekati 40 persen, penyelesaian persoalan rumah warga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan agar pembangunan infrastruktur tidak meninggalkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.
Editor : Baskoro Septiadi