Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

25 Rumah Retak dan Menggelembung Akibat Proyek Gombel Lama Semarang, Satu Keluarga Terpaksa Mengungsi

Adennyar Wicaksono • Selasa, 16 Juni 2026 | 18:27 WIB
Warga Gombel menunjukkan retakan pada dinding rumahnya akibat terdampak pembangunan proyek pembangunan Jalan Gombel Lama dan Mal Pakuwon. Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang
Warga Gombel menunjukkan retakan pada dinding rumahnya akibat terdampak pembangunan proyek pembangunan Jalan Gombel Lama dan Mal Pakuwon. Adennyar Wycaksono/Jawa Pos Radar Semarang

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dampak proyek penguatan Jalan Gombel Lama mulai dirasakan warga sekitar. Sedikitnya 25 rumah di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik mengalami kerusakan berupa dinding retak, lantai menggelembung, hingga bangunan yang nyaris roboh. Bahkan, satu keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya ambruk.

Dentuman alat berat dan getaran dari aktivitas proyek disebut warga terjadi hampir setiap hari sejak pekerjaan dimulai. Kerusakan rumah pun mulai bermunculan, terutama setelah proses pengeboran dan pemasangan paku bumi dilakukan.

Baca Juga: Perbaikan Gombel Lama Semarang Dikebut, Target Akhir Agustus-September Bisa Digunakan

Di RT 02 RW 06 Kelurahan Tinjomoyo, sedikitnya enam rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda. Rumah milik Juni menjadi yang paling parah terdampak.

Sebagian bangunan ambruk sehingga penghuni rumah, Sony, harus mengungsi ke rumah kerabat.

Selain itu, rumah milik Sutijah, Yudi Mulyadi, Titin, Kasmin, dan Tukiman juga mengalami keretakan pada dinding, keramik lantai yang terangkat, hingga pergeseran bangunan.

Sutijah, 70, mengaku kerusakan rumah mulai muncul setelah pekerjaan pengeboran berlangsung di area proyek.

"Sebelum ada proyek tidak pernah retak seperti ini. Setelah pekerjaan itu berlangsung terus-menerus, keramik mulai naik dan tembok pecah," ujarnya.

Ia mengaku khawatir karena kondisi bangunan terus memburuk. Saat hujan turun, air masuk ke dalam rumah melalui retakan yang semakin melebar.

Hal serupa dirasakan Yudi Mulyadi, 43. Rumah yang dihuni lima anggota keluarganya mengalami retakan hampir di seluruh bagian bangunan. Bahkan kamar belakang harus disangga bambu agar tidak roboh.

"Kalau tidak disangga mungkin sudah ambruk. Setelah pengeboran paku bumi, rumah langsung retak dan bergeser," katanya.

Menurut Yudi, aktivitas proyek sempat berlangsung hingga malam hari. Getaran dari alat berat terasa cukup kuat hingga ke dalam rumah warga.

"Kami selalu waswas, terutama saat hujan. Takut sewaktu-waktu bangunan roboh," imbuhnya.

Baca Juga: Gombel Lama Ditutup, Gombel Baru Padat Merayap, Jalur Tembus Undip–Jangli Jadi Solusi Cepat

Sementara itu, Titin mengaku atap rumahnya kini bocor di berbagai titik akibat retakan yang muncul pada bangunan.

Tak hanya di RW 06, kerusakan rumah juga terjadi di RT 06 RW 05. Warga menduga dampak tersebut tidak hanya berasal dari proyek Jalan Gombel Lama, tetapi juga pembangunan Mal Pakuwon yang lokasinya berdekatan.

Ketua RT 06 RW 05, Tugimin mengatakan terdapat 19 rumah milik 16 kepala keluarga yang terdampak.

Selain kerusakan bangunan, warga juga mengeluhkan debu proyek dan menurunnya pendapatan pelaku UMKM sejak Jalan Gombel Lama ditutup total.

"Kami berharap ada perbaikan atau kompensasi. Dampaknya bukan hanya retakan rumah, tetapi juga debu yang sangat mengganggu warga," tegasnya.

Editor : Baskoro Septiadi
#jalan gombel lama #rumah warga retak #proyek Gombel Semarang #BPJN Semarang #warga Tinjomoyo terdampak proyek