RADARSEMARANG.ID, Semarang– Inovasi pembelajaran Alquran yang dikembangkan SD Islam Tunas Harapan Kota Semarang membuahkan penghargaan.
Sekolah di bawah naungan Yayasan Al-Muhajirin Tulus Harapan itu meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang di Hotel Quest Simpang Lima Semarang, Jumat (22/5/2026) malam lalu.
SD Islam Tunas Harapan meraih penghargaan kategori Sekolah Islam Unggul dengan Inovasi Pembelajaran Alquran Metode TAQI. Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi sekolah dalam menerapkan metode TAQI sebagai inovasi utama dalam pembelajaran sekaligus hafalan Alquran bagi para siswa.
Sekolah yang telah mengantongi Akreditasi A itu dikenal mampu memadukan pendidikan akademik, pembentukan karakter Islami, serta pengembangan bakat dan minat peserta didik. Melalui metode TAQI, kualitas bacaan dan hafalan Alquran siswa dijaga secara berkelanjutan dan terstruktur.
Guru SD Islam Tunas Harapan Istiqomah SPd mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi penyemangat bagi para pendidik untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran Alquran.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa istimewa pada malam ini karena ada apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang kami buat, yaitu pembelajaran Alquran metode TAQI,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai menerima penghargaan.
Guru pengembang metode TAQI lainnya, Tis’atul Muarofah SPd berharap, buku TAQI yang disusun bersama tim dapat memberi manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan. Menurut dia, metode tersebut diharapkan menjadi solusi bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca Alquran.
“Kami berharap buku TAQI ini bisa bermanfaat, baik di lingkungan kami maupun masyarakat secara umum. Semoga dapat membantu memajukan pembelajaran Alquran, terutama bagi siswa yang merasa kesulitan agar bisa membaca Alquran dengan lebih baik,” harapnya.
Sementara itu, guru lainnya, Rustiah SPd menjelaskan, metode TAQI dirancang sebagai metode percepatan pembelajaran Alquran. Konsep tersebut dibuat agar anak-anak lebih bersemangat belajar dengan waktu pembelajaran yang tidak terlalu panjang, tetapi tetap efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran.
Penghargaan yang diterima SD Islam Tunas Harapan menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan berbasis keislaman mampu menghadirkan metode pembelajaran yang adaptif dan berdampak nyata. “Melalui metode TAQI, sekolah berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membaca dan menghafal Alquran dengan baik,” katanya. (fgr/aro)
Editor : H. Arif Riyanto