RADARSEMARANG.ID, Semarang – Polisi menetapkan seorang remaja berinisial A (17) sebagai tersangka dalam kasus duel gladiator antar kelompok gangster yang berujung pembacokan terhadap pelajar SMK di Kota Semarang.
Kasus tersebut terjadi di kawasan Jalan Pawiyatan Luhur, Gajahmungkur, tepatnya di sekitar terowongan Stikubank Semarang, pada Minggu (7/6/2026) malam.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi, mengatakan penyidik Unit PPA dan PPO Polrestabes Semarang telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka anak.
"Sudah diperiksa dan sudah ditetapkan sebagai pelaku anak," kata Riki, Jumat (12/6/2026).
A yang merupakan warga Gayamsari dijerat Pasal 80 Ayat (2) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 466 Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Meski telah berstatus tersangka, A tidak ditahan karena masih berusia di bawah umur. Proses hukum tetap berjalan dengan pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas).
"Yang bersangkutan tidak ditahan karena masih di bawah umur dan mendapat pendampingan Bapas," jelasnya.
Duel Gladiator Berawal dari Tantangan di Instagram
Berdasarkan hasil penyelidikan, duel terjadi antara korban ATK (16), seorang pelajar SMK di Semarang, dengan A yang berasal dari kelompok berbeda.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam duel itu, korban mengalami luka tusuk senjata tajam pada bagian bahu kanan hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Menurut Riki, A saat ini sudah tidak bersekolah dan masih berusia 17 tahun.
Korban Rekayasa Cerita Dibacok Orang Tak Dikenal
Fakta menarik terungkap dalam penyelidikan polisi. Awalnya, ATK melaporkan bahwa dirinya menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Sompok Baru, Semarang Selatan.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pendalaman kasus, polisi tidak menemukan adanya aksi pembacokan di lokasi yang dilaporkan korban.
"Hasil pemeriksaan saksi menerangkan bahwa kejadian pembacokan itu tidak ada. Cerita tersebut merupakan rekayasa korban karena takut kepada orang tuanya," ungkap Riki.
Polisi kemudian mengungkap bahwa luka yang dialami ATK sebenarnya terjadi saat mengikuti duel gladiator yang telah disepakati sebelumnya melalui media sosial Instagram.
Editor : Baskoro Septiadi