Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

SPMB SD Kota Semarang: Sejumlah Sekolah Negeri Terancam Kekurangan Murid, Ada yang Baru Dapat 9 Pendaftar

Adennyar Wicaksono • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:31 WIB
ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG  KURANG KUOTA : SD N Mangunharjo Tugu, tercanam kekurangan kuota siswa pada SPMB tahun ini.
ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG KURANG KUOTA : SD N Mangunharjo Tugu, tercanam kekurangan kuota siswa pada SPMB tahun ini.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Semarang terancam tidak memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru (SPMB) 2026.

Hingga Kamis (11/6) siang, beberapa sekolah bahkan baru mendapatkan belasan hingga kurang dari 10 pendaftar.

Berdasarkan data laman SPMB Kota Semarang, sejumlah SD negeri masih kekurangan calon siswa.

Baca Juga: Ngaku Habib, Pria Asal Salatiga Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Terhadap Delapan Santriwati di Kabupaten Semarang

Di antaranya SDN Wonodri dan SDN Mangunharjo Tugu yang masing-masing baru menerima sembilan pendaftar.

Sementara SDN Karangkidul mencatat 10 pendaftar dan SDN Plalangan 2 sebanyak 11 pendaftar.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Petompon 3 dengan 15 pendaftar, SDN Sekayu 15 pendaftar, SDN Bugangan 2 sebanyak 16 pendaftar, SDN Tambakrejo 3 sebanyak 18 pendaftar, serta SDN Gabahan dan SDN Randugarut yang masing-masing memperoleh 19 pendaftar.

Ketua SPMB SDN Mangunharjo Tugu, Ali Akbar, mengatakan hingga saat ini jumlah pendaftar di sekolahnya masih jauh dari kuota yang tersedia.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Garudayaksa FC Mulai Bergerak, Ryo Matsumura dan Alfharezzi Buffon Dikabarkan Masuk Daftar Belanja

"Sejauh ini baru sembilan anak yang mendaftar, sehingga kuota belum terpenuhi," ujarnya, Kamis (11/6).

Menurut Ali, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Pada pelaksanaan SPMB tahun lalu, sekolahnya juga gagal memenuhi kuota. Dari target 28 siswa, hanya 23 siswa yang akhirnya diterima.

Ia menilai minimnya jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di wilayah sekitar menjadi salah satu penyebab rendahnya pendaftar.

Selain itu, banyaknya sekolah yang berada dalam satu kawasan membuat orang tua memiliki lebih banyak pilihan.

"Di sekitar sini ada beberapa sekolah negeri dan madrasah yang lokasinya berdekatan. Biasanya orang tua memilih sekolah yang paling dekat dengan rumah," katanya.

Baca Juga: Perkuat Koordinasi Penetapan Lahan Sawah Dilindungi di Jateng

Jika hingga penutupan pendaftaran kuota belum terpenuhi, sekolah berencana membuka pendaftaran tahap berikutnya. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap akan berjalan normal.

"Kalau siswa sedikit justru pembelajaran bisa lebih intens karena perhatian guru kepada siswa lebih maksimal," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil akhir pelaksanaan SPMB sebelum mengambil langkah lanjutan.

Menurutnya, masih ada kemungkinan perpindahan pendaftar dari sekolah yang kuotanya penuh ke sekolah yang masih memiliki kursi kosong.

"Kita masih melihat perkembangan sampai penutupan pendaftaran. Biasanya ada perpindahan pilihan sekolah dari orang tua," ujarnya.

Aji mengakui fenomena kekurangan murid dalam beberapa tahun terakhir banyak terjadi di sekolah-sekolah yang berada di kawasan tengah kota.

Salah satu penyebabnya adalah pergeseran tempat tinggal keluarga muda ke wilayah pinggiran yang menawarkan harga lahan dan hunian lebih terjangkau.

Meski demikian, Dinas Pendidikan belum berencana menutup atau menggabungkan sekolah yang kekurangan murid.

Menurutnya, keputusan tersebut harus mempertimbangkan akses pendidikan masyarakat sekitar.

"Kalau sekolah ditutup, warga bisa kesulitan karena harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk bersekolah. Ini menjadi pertimbangan kami," tegasnya.

Baca Juga: Garuda Muda Jumpa Lawan yang Belum Pernah Dikalahkan, Semifinal AFF U19 2026 Diprediksi Sengit

Apabila hingga akhir SPMB masih terdapat kuota kosong, Disdik Kota Semarang akan menunggu arahan pemerintah pusat terkait kemungkinan pembukaan pendaftaran tambahan.

"Kalau memang diperbolehkan menerima siswa di luar jadwal SPMB, tentu akan kami lakukan agar kuota yang tersedia tidak terbuang sia-sia," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#spmb #Disdik