Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengapa Suhu Malam Hari di Semarang Mendadak Lebih Dingin? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Sulistiono • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:05 WIB
Aktivitas warga kota Semarang saat malam hari kini terasa "berbeda"karena suhu udara yang mendadak menjadi lebih dingin. (Foto:RadarSemarang)
Aktivitas warga kota Semarang saat malam hari kini terasa "berbeda"karena suhu udara yang mendadak menjadi lebih dingin. (Foto:RadarSemarang)

 

RADARSEMARANG.ID – Sejumlah warga Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir merasakan perubahan suhu udara yang cukup mencolok saat malam hari. Setelah menghadapi cuaca terik pada siang hari, suhu udara pada malam hingga dini hari justru terasa lebih dingin dibanding biasanya.

Fenomena ini banyak dirasakan warga di berbagai wilayah Kota Semarang. Kondisi yang berbeda dari biasanya membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya mengenai penyebab udara malam yang terasa lebih sejuk bahkan cenderung dingin.

Rustam, warga Jatibarang, mengaku merasakan perubahan suhu udara tersebut dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, udara malam yang biasanya terasa gerah kini berubah menjadi lebih dingin.

Baca Juga: Dipa Senang Patung Ganesha Emas Ditawar 7 Juta Dolar, Apakah Berhasil Dibeli Jessica? Cek di Terikat Janji Episode 68 Hari Ini

"Biasanya panas, tapi beberapa hari ini terasa lebih dingin saat malam hari. Bedanya cukup terasa dibanding biasanya," ujarnya.

Hal serupa dirasakan Yunan, warga Kalicari, Semarang Timur. Ia menilai perbedaan suhu antara siang dan malam hari saat ini cukup ekstrem dibanding kondisi normal.

"Siang panas sekali, tetapi saat malam justru terasa dingin. Badan juga sempat kurang fit karena perubahan cuaca ini," katanya.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto menjelaskan kondisi tersebut merupakan fenomena alam yang lazim terjadi menjelang musim kemarau.

Menurutnya, saat musim kemarau mulai berlangsung, tutupan awan pada malam hari cenderung berkurang. Kondisi langit yang lebih cerah membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer dan luar angkasa.

"Fenomena ini terjadi karena pelepasan energi panas dari permukaan bumi berlangsung lebih maksimal saat langit cerah dan minim awan. Akibatnya suhu udara pada malam hari menjadi lebih dingin," jelas Goeroeh.

Ia menerangkan, awan berfungsi seperti lapisan pelindung yang membantu menahan panas di atmosfer. Ketika jumlah awan berkurang, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat hilang sehingga suhu udara malam hari mengalami penurunan.

Baca Juga: Dipa Senang Patung Ganesha Emas Ditawar 7 Juta Dolar, Apakah Berhasil Dibeli Jessica? Cek di Terikat Janji Episode 68 Hari Ini

Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat merasakan perbedaan suhu yang cukup signifikan antara siang dan malam hari. Saat siang, sinar matahari masih mampu memanaskan permukaan bumi secara maksimal. Namun ketika malam tiba, panas tersebut cepat terlepas karena minimnya tutupan awan.

Meski demikian, BMKG menegaskan fenomena yang saat ini dirasakan warga Semarang belum tentu dapat dikategorikan sebagai fenomena "mbediding" yang dikenal masyarakat Jawa sebagai periode udara dingin saat musim kemarau.

Goeroeh menjelaskan fenomena mbediding memiliki karakteristik yang lebih spesifik dan tidak selalu terjadi setiap hari karena sangat dipengaruhi kondisi atmosfer pada waktu tertentu.

Baca Juga: Prediksi Piala Dunia 2026 Korea Selatan vs Ceko: Adu Disiplin dan Kecepatan di Grup A, Taeguk Warriors Diunggulkan Tipis

"Fenomena mbediding sifatnya tidak menentu dan tidak terjadi setiap hari. Semua bergantung pada kondisi atmosfer yang berkembang saat itu," ujarnya.

BMKG memastikan suhu udara dingin yang dirasakan warga saat ini masih merupakan bagian dari dinamika cuaca yang normal terjadi pada masa peralihan menuju musim kemarau.

Meski tergolong normal, masyarakat tetap diimbau menjaga kondisi kesehatan karena perbedaan suhu yang cukup tajam antara siang dan malam hari berpotensi memengaruhi daya tahan tubuh.

"Warga perlu menjaga kesehatan, terutama karena perbedaan suhu antara siang dan malam cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir," pungkasnya.

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #udara dingin #malam #KEMARAU #suhu udara