Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Keluhkan Tarif Tol Krapyak-Kaliwungu Capai Rp27.500 Sekali Jalan, Dinilai Memberatkan Pengguna Harian

Baskoro Septiadi • Rabu, 10 Juni 2026 | 09:54 WIB
Dokumntasi gerbang tol Kalikangkung Semarang
Dokumntasi gerbang tol Kalikangkung Semarang

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tarif perjalanan dari Gerbang Tol Krapyak, Kota Semarang, menuju Gerbang Tol Kaliwungu, Kabupaten Kendal, dikeluhkan sejumlah pengguna jalan.

Salah satunya Rina, warga Kota Semarang, yang mengaku keberatan dengan total biaya yang harus dibayarkan untuk sekali perjalanan di ruas tol tersebut.

Menurut Rina, pengguna kendaraan golongan I yang masuk melalui Gerbang Tol Krapyak dikenakan tarif Rp6.000. Saat keluar di Gerbang Tol Kaliwungu, pengguna masih harus membayar tambahan Rp21.500. Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp27.500 untuk satu kali perjalanan.

Baca Juga: Stok Blangko KTP di Semarang Dipastikan Aman, Dispendukcapil Terbitkan Hingga 8.000 KTP Setiap Bulan

"Menurut saya cukup mahal. Sekali jalan dari Krapyak ke Kaliwungu harus bayar Rp27.500. Kalau hanya sesekali mungkin tidak terlalu terasa, tetapi bagi yang rutin melintas tentu cukup membebani," kata Rina kepada Radar Semarang, Rabu (10/6).

Ia mengaku kerap menggunakan ruas tol tersebut untuk keperluan pekerjaan maupun aktivitas keluarga. Dengan frekuensi perjalanan yang cukup sering, biaya transportasi yang harus dikeluarkan setiap bulan menjadi cukup besar.Jika perjalanan dilakukan pulang-pergi dalam satu hari, biaya tol yang harus dibayarkan bisa mencapai Rp55.000. 

Dalam sepekan, pengguna rutin dapat mengeluarkan ratusan ribu rupiah hanya untuk biaya tol."Kalau dihitung pulang-pergi sudah Rp55 ribu. Dalam sebulan jumlahnya lumayan besar. Belum lagi biaya bahan bakar kendaraan," ujarnya.

Pengguna Harapkan Evaluasi Tarif, Rina menilai keberadaan jalan tol memang memberikan manfaat berupa waktu tempuh yang lebih singkat dibanding jalur pantura Mangkang.

Namun, menurutnya, tarif yang dikenakan perlu dievaluasi agar lebih terjangkau bagi masyarakat yang menggunakan tol sebagai akses mobilitas harian.

Ia berharap pemerintah maupun pengelola jalan tol dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, terutama bagi pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan antara Semarang dan Kendal.

"Manfaat tol memang terasa karena perjalanan lebih cepat. Tapi kalau tarifnya terlalu tinggi, banyak masyarakat akhirnya berpikir dua kali untuk menggunakan tol," katanya.

Tol Jadi Andalan Mobilitas Semarang-Kendal

Ruas tol yang menghubungkan Semarang dan Kendal menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Kedungsepur. Selain digunakan pekerja yang beraktivitas lintas daerah, jalur tersebut juga menjadi akses penting untuk kegiatan perdagangan, logistik, dan perjalanan antarkota.Bagi sebagian pengguna, keberadaan tol membantu memangkas waktu perjalanan, terutama saat kondisi lalu lintas di jalur pantura padat.

Baca Juga: Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka, 3.053 Formasi Guru dan 5.127 Formasi PPPK Tenaga Kependidikan

Namun di sisi lain, besarnya biaya perjalanan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pengguna kendaraan pribadi.Pengamat transportasi menilai tarif jalan tol pada prinsipnya harus mempertimbangkan keseimbangan antara biaya investasi, operasional, dan kemampuan masyarakat membayar.

Karena itu, masukan dari pengguna jalan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan layanan jalan tol ke depan.

Sementara itu, sejumlah pengguna berharap tersedia skema insentif atau program tertentu bagi pengguna rutin agar biaya perjalanan harian dapat lebih ringan."Banyak pekerja yang setiap hari melintas. Kalau ada kebijakan yang bisa meringankan pengguna rutin tentu akan sangat membantu," ujar Rina.

Editor : Baskoro Septiadi
#tarif tol #Tol Krapyak Semarang #KALIWUNGU