RADARSEMARANG.ID – Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Masjid Masjid Baitul Manshurin tahun ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Bahkan sejak April lalu, panitia kurban telah dibentuk melalui musyawarah khusus yang melibatkan jamaah.
Dari hasil koordinasi tersebut, terkumpul tiga ekor sapi dan empat ekor kambing untuk disembelih. Tiga ekor sapi berasal dari dua kelompok peserta kurban,
masing-masing satu sapi untuk tujuh orang, serta satu ekor sapi hasil patungan jamaah. Sementara empat ekor kambing disiapkan untuk pelaksanaan hari tasyrik.
Baca Juga: Nasib Honorer 2026 Mulai Terjawab, PPPK Paruh Waktu Disebut Jadi Jalan Tengah
Ketua panitia Sagi Waltuki menjelaskan, kegiatan Idul Adha diawali dengan Salat Id mulai pukul 06.00 WIB di halaman masjid, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan lancar. Untuk proses perawatan dan penanganan daging kurban, kami bekerja sama dengan petugas RPH Kota Semarang agar pembagian lebih tertata dan higienis,” ujarnya, Rabu (28/5/2026) kemarin.
Sekitar 60 jamaah bersama warga sekitar turut bergotong royong selama proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban. Tidak hanya jamaah dewasa, para remaja putra dan putri juga ikut terlibat membantu panitia.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada jamaah internal, warga sekitar, pendatang, tokoh masyarakat, hingga pejabat setempat seperti RT, RW, dan pihak kelurahan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga.
Baca Juga: Banyak Dicari saat Idul Adha, Ini 5 Olahan Daging Qurban Praktis yang Rasanya Bikin Ketagihan
Panitia juga membentuk sejumlah tim kecil untuk mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari tim penggalian sodaqoh, pencarian hewan kurban, perlengkapan, keamanan dari pihak internal, hingga tim kebersihan. Seluruh keputusan dilakukan melalui musyawarah bersama.
“Semua jamaah ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Ini bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial,” kata Sagi.
Meski berjalan lancar, panitia mengakui masih ada beberapa kendala yang hampir setiap tahun terjadi. Salah satunya banyak warga pendatang yang tetap mengantre
meminta bagian daging meskipun panitia sudah memasang banner informasi bahwa pembagian tidak menggunakan kupon. Selain itu, keterbatasan peralatan seperti pisau yang kurang tajam juga sempat menjadi hambatan saat proses pemotongan daging.
Menurutnya, ada beberapa hal baru pada pelaksanaan tahun ini, di antaranya lokasi pencarian hewan kurban yang berubah serta pergantian personel dalam kelompok tujuh orang peserta sapi menyesuaikan kondisi jamaah.
Baca Juga: Jangan Berlebihan Makan Daging Sapi, Bisa Fatal, Ini Dia Efek Samping Jika Berlebihan
Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat kelurahan hadir langsung menyaksikan proses penyembelihan.
Panitia menegaskan, makna utama Idul Adha bukan semata pada pembagian daging, melainkan wujud ketakwaan kepada Allah SWT melalui ibadah kurban.
“Tujuan utama berkurban adalah mengalirkan darah hewan sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Sedangkan daging yang dibagikan merupakan asas manfaat untuk masyarakat sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Ke depan, jamaah berharap pelaksanaan Idul Adha tahun mendatang bisa lebih baik dan jumlah hewan kurban semakin bertambah.
“Semoga seluruh jamaah selalu diberikan kelancaran, rezeki yang melimpah, dan tahun depan dapat mewujudkan hewan kurban lebih banyak lagi dengan niat lillahi ta’ala,” pungkasnya.
Salah satu jamaah Baitul Manshurin, Nirwana menambahkan untuk tahun ini pelaksanaan sudah baik, sehingga ia berharap kedepan panitia kurban bisa menambah jumlah hewan kurban.
"Tentu kita syukuri, namun untuk taun depan ada tambahan hewan kurban agar bisa berbagi lebih luas lagi kepada masyarakat sekitar," harapnya.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi