RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang pencari ikan warga Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, dilaporkan hilang saat melaut, Selasa (26/5/2026) malam.
Setelah dilakukan proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan, BPBD, Basarnas, Polairud termasuk anggota Polsek Genuk dan warga berhasil ditemukan, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 07.00. Namun kondisinya sudah tidak bernyawa.
"Korban bernama Warsito, 49, warga Terboyo Kulon, jenasah ditemukan mengapung di laut tadi pagi, ya masih sekitaran wilayah Terboyo Kulon," ungkap Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Isu Teror Pocong Begal Bersajam di Jawa Tengah Hoax, Polisi Buru Akun Penyebar Konten
Kompol Rismanto membeberkan, awalnya korban mencari ikan berangkat ke laut Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 11.00.
Sarananya, korban menggunakan perahu sederhana, yaitu drum plastik yang dikemudian dibelah dua dan dirakit menjadi satu sebagai alat apung.
"Perahunya jenis drum rakitan. Kalau keseimbangannya miring kan bisa langsung terbalik," bebernya.
"Nah, biasanya korban itu kan ketika sudah adzan magrib pulang. Terus dicari oleh keluarganya, keponakannya dibantu warga sekitar, ternyata hanya ditemukan di temukan perahunya (drum) itu," bebernya.
Pihak keluarga yang resah, kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Genuk. Kemudian, dilakukan proses pencarian bersama tim SAR gabungan hingga tengah malam, namun belum membuahkan hasil.
"Karena cuaca, dan sudah malam jam 11 malam dihentikan. Terus proses pencarian dilanjutkan dan ditemukan tadi pagi, kondisinya sudah meninggal," katanya.
Baca Juga: SKTP Mei 2026 Belum Terbit Merata, Ini Cara-cara yang Harus Dilakukan Guru
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke tepi pantai yang sangat dekat dengan pemukiman warga. Kedatangan jenasah diwarnai Isak tangis keluarga.
Sementara, berdasarkan pemeriksaan awal Kapolsek mengatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
"Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi