Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pipa Milik PDAM di Bambankerep Semarang Bocor Akibat Tanah Gerak, 40 Ribu Pengguna Terdampak

Adennyar Wicaksono • Minggu, 24 Mei 2026 | 18:13 WIB
RUSAK : Kondisi Pipa PDAM mengalami kerusakan karena kondisi tanah yang labil. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK : Kondisi Pipa PDAM mengalami kerusakan karena kondisi tanah yang labil. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Terdampak tanah gerak saluran pipa milik PDAM mengalami kebocoran di wilayah Bambankerep Kecamatan Ngaliyan. Akibatnya sekitar 40 ribu pelanggan terdampak pasokan air.

Dari informasi yang ada, kerusakan pipa diduga terjadi karena pergerakan tanah yang labil akibat kondisi cuaca dan curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir.

"Kerusakan ini karena faktor alam yang tidak bisa dihindari, sehingga pipa kami mengalami kerusakan," kata Plt Direktur Teknik PDAM, Hariyadi, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (24/5).

Baca Juga: Seorang Pria Hanyut di Aliran Sungai BKB Semarang, Korban Sempat Makan Jumat Berkah di Masjid 

Dia menerangkan, kerusakan pipa karena tanah yang labil terjadi beberapa kali, misalnya pipa yang pecah, sambungan yang bermasalah dan beberapa kasus lain. Tercatat sudah ada tiga kali kerusakan.

Dia menyebut titik kebocoran yang saat ini diperbaiki merupakan lokasi lama yang sebelumnya juga pernah mengalami gangguan sejak 2024.

"Gerakan tanah ini berimbas pada pipa yang punya titik lemah, misal sambungan ataupun bagian lain," jelasnya.

Adapun pipa yang mengalami kerusakan, difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di wilayah Semarang Barat.

Baca Juga: SKTP Mei 2026 Telah Terbit, Jadwal Resmi Penyaluran TPG Mei 2026 Guru

Hariyadi menambahkan proses perbaikan cukup terkendala karena lokasi kerusakan berada di area yang curam dan sulit dijangkau alat berat.

"Kalau misalnya tempatnya gampang, cepat diperbaiki.  Tapi kalau kayak sekarang itu agak curam ke bawah sehingga untuk eskalator butuh waktu untuk mencapai titik itu," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM, Yulianto Prabowo, mengatakan akibat bocornya pipa untuk pasokan di Semarang Barat, pihaknya telah melakukan switching aliran air dari wilayah Gunungpati dan Kaligarang untuk mengurangi dampak gangguan distribusi.

"Untuk mengantisipasi ini kami dari PDAM mengubah aliran yang disuplai oleh Semarang Barat, kini dialiri dari TGM Gunungpati dan dari Kaligarang," katanya.

Total kata dia, terdapat sekitar 40 ribu pelanggan di wilayah cabang barat yang terdampak gangguan tersebut. Melalui pengalihan distribusi, sekitar 30 persen kebutuhan pelanggan sementara dapat tercover.

"Ada sekitar 40 ribu pelanggan yang terdampak. Kita siapkan tangki air untuk mensuplai daerah yang terdampak," bebernya.

Baca Juga: Sinopsis-Trailer Terikat Janji: Bimo Sopir Novan Jadi Titik Terang Terhadap Penyeledikan Sena Tentang Keberadaan Ryan

Sampai Minggu (24/5) ini, sudah ada enam truk tangki air yang di distribusikan. PDAM memastikan layanan distribusi air menggunakan truk tangki diberikan secara gratis bagi pelanggan terdampak.

"Masyarakat kalau membutuhkan air bisa kontak ke call center kami nanti akan dikirim tangki. Khusus pelanggan terdampak gratis," tegasnya.

Kepala Humas PDAM, Charisma Mayang Sari, menambahkan masyarakat dapat menghubungi layanan call center bebas pulsa selama 24 jam untuk permintaan bantuan distribusi air bersih menggunakan tangki.

Rencananya, PDAM juga akan mendatangkan tenaga ahli dari Jakarta untuk melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi penanganan titik rawan pergerakan tanah yang berpotensi memicu kerusakan pipa.

"Kerusakannya ada sekitar 120 meter area yang masuk kategori titik rawan karena kondisi tanah gerak," tambah dia.(den)

Editor : Baskoro Septiadi
#pdam semarang #pemkot semarang