RADARSEMARANG.ID, Semarang - Puskesmas Srondol Kota Semarang dampingi Ibu hamil dan menyusui untuk mujudkan generasi sehat dan bebas stunting melalui program Klinik 'Kolak Candil' (Konseling Laktasi bagi Ibu Hamil dan Menyusui).
Kepala Puskesmas Srondol dr. Ima Ariyani, M.K.M mengungkapkan, Klinik Kolak Candil hadir sebagai inovasi pelayanan kesehatan ibu dan anak yang pertama di lingkungan Puskesmas Kota Semarang.
"Kehadiran klinik ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan pelayanan yang komprehensif bagi ibu hamil dan menyusui, khususnya untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif serta meningkatkan kualitas tumbuh kembang bayi melalui edukasi, konseling, dan pendampingan secara langsung oleh dokter konselor laktasi," ungkapnya.
Lebih lanjut dr. Ima Ariyani, M.K.M menambahkan, menyusui merupakan proses alami, namun tidak selalu mudah dijalani setiap ibu.
Mulai dari ASI yang belum lancar, pelekatan yang kurang tepat, hingga rasa cemas setelah melahirkan sering menjadi tantangan pada masa awal menyusui.
"Melihat kondisi tersebut, layanan klinik Kolak Candil hadir sebagai solusi untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan dukungan bagi ibu hamil maupun menyusui agar tetap percaya diri memberikan ASI eksklusif kepada bayinya," sambungnya.
Klinik Kolak Candil tidak hanya menjadi tempat konsultasi, tetapi juga ruang nyaman bagi ibu untuk belajar teknik menyusui yang benar, penanganan masalah laktasi, hingga manajemen ASI perah bagi ibu bekerja.
"Pendampingan dilakukan secara menyeluruh oleh tenaga kesehatan terlatih seperti dokter konselor laktasi, bidan, nutrisionis, dan tim promosi kesehatan," pungkasnya.
Sementara konselor laktasi Klinik Kolak Candil dr. Millati Rahmatika menambahkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ASI eksklusif memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang bayi, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung perkembangan otak, hingga menurunkan risiko stunting dan infeksi pada anak.
"Selain bermanfaat bagi bayi, menyusui juga membantu memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak," katanya.
Oleh karena itu menurut dr. Millati Rahmatika, kehadiran klinik KOLAK CANDIL di fasilitas kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan.
"Dengan edukasi yang berkelanjutan, ibu tidak merasa sendiri dalam menghadapi tantangan menyusui. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan pemberian ASI," terangnya.
Baca Juga: Wali Kota Agustina Resmi Launching LOFF 2026, Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia
Di era saat ini, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya layanan laktasi juga semakin meningkat. Banyak ibu mulai aktif mencari informasi dan konsultasi menyusui agar dapat memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati mereka. Hal ini menjadi langkah positif dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
"Melalui inovasi layanan klinik Kolak Candil, diharapkan semakin banyak ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi hingga lanjut sampai 2 tahun atau lebih. Upaya ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung program percepatan penurunan stunting dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Indonesia," pungkasnya. (*)