RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jumat (15/5) petang sekitar pukul 17.00, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, masih sibuk memantau debit Sungai Plumbon yang terus meninggi akibat hujan deras.
Namun hanya dalam hitungan detik, tanggul di depan rumah warga tiba-tiba ambrol sepanjang kurang lebih 40 meter. Air bah langsung menerjang permukiman.
Di tengah kepanikan itu, seorang lansia bernama Maryam, 70, ikut terseret derasnya arus.
Warga yang berada di lokasi hanya bisa berteriak ketika tubuh perempuan sepuh itu hilang dibawa banjir.
Sabtu (16/5) pagi sekitar pukul 07.30, suasana duka menyelimuti kampung tersebut.
Tim gabungan bersama warga akhirnya menemukan jasad Mbah Maryam di saluran air belakang rumah warga, sekitar 150 meter dari titik awal ia terseret arus.
Gang-gang sempit di kampung itu masih dipenuhi lumpur dan sisa genangan. Karung pasir, potongan bambu, serta reruntuhan tanggul tampak berserakan di sisi sungai.
Beberapa warga memilih bertahan di rumah sambil membersihkan perabot yang terendam banjir sejak malam sebelumnya.
Baca Juga: Diduga Terseret Arus, Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sungai Silandak Semarang
Lurah Mangkang Kulon, Sugiarti, menjelaskan peristiwa bermula ketika debit air meningkat cukup cepat menjelang petang. Saat itu korban sedang melihat kondisi sungai di depan rumahnya.
Tanggul yang tak mampu menahan tekanan air mendadak jebol dan menyeret korban seketika. Menurutnya, cucu korban sempat berusaha menolong.
Namun derasnya arus membuat korban sulit diselamatkan. "Air datang sangat cepat. Begitu tanggul jebol, korban langsung terbawa," ujarnya saat berada di lokasi pencarian.
Pencarian dilakukan sejak malam hari oleh tim Basarnas bersama warga sekitar. Petugas menyisir aliran sungai hingga dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, namun hasilnya masih nihil.
Proses pencarian kemudian dilanjutkan pada pagi hari hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Ia menambahkan, pihak kecamatan langsung melakukan koordinasi bersama unsur kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan dinas terkait begitu menerima laporan tanggul jebol.
Petugas juga melakukan monitoring di titik tanggul yang rusak untuk mengantisipasi banjir susulan. Selain itu, bantuan logistik mulai didistribusikan kepada warga terdampak.
Berdasarkan data kecamatan, banjir merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Mangkang Kulon, di antaranya RT 01 RW 01, RW 03, RW 04, hingga RW 05. Sedikitnya 313 paket bantuan disiapkan untuk warga terdampak banjir.
Hingga Sabtu pagi, warga masih berjaga di sekitar bantaran sungai. Sebagian memilih tidak tidur semalaman karena khawatir debit air kembali naik sewaktu-waktu.
Di tepi tanggul yang ambrol, garis tanah yang tergerus terlihat jelas, menjadi pengingat betapa cepat bencana itu datang dan merenggut satu nyawa. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi