RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang anak kelas 2 SD berinisial A asal Bergas Kabupaten Semarang meninggal setelah tertimpa patung di Museum Ronggowarsito, Semarang, saat berkunjung pada Senin (12/5/2026).
Kejadian ini bermula saat korban bersama neneknya mengikuti kegiatan bus wisata gratis Kota Semarang.
Wisata ini merupakan agenda salah satu Paud di Bergas yang menjadi tempat neneknya mengajar.
Baca Juga: Panas! Gus Yazid Mengamuk Usai Sidang Kasus Korupsi BUMD Cilacap, Teriak Lantang Ungkapkan Hal Ini
Usai rombongan turun dari bus, nenek tersebut mendampingi dua anak termasuk korban untuk berswafoto di lingkungan halaman Museum Ranggowarsito.
Kemudian korban bermain disekitaran patung dan kemudian tertimpa patung tersebut.
Diduga korban tertimpa karena bergelantungan di patung saat berfoto. Patung tersebut diduga terbuat dari bahan bangunan, dengan ukuran kurang lebih setinggi orang dewasa.
Baca Juga: 84 Atlet Mangkir Tes, Ketua KONI Salatiga Ancam Coret dari Kontingen Porprov
Korban pun, juga langsung ditolong neneknya. Kondisi korban masih sadar dan mengalami luka di bawah pelipis matanya, namun terus memegang perutnya.
Termasuk juga, pihak museum yang mendapat laporan kejadian ini langsung menuju lokasi dan memberikan pertolongan membawa korban ke rumah sakit dengan menggunakan mobil milik Museum Ronggowarsito.
Korban dilarikan ke IGD RS Colombia Asia dan sempat menjalani proses penanganan medis.
Kemudian, korban juga sempat akan di rujuk ke Rumah Sakit Ken Saras, namun karena kondisi melemah sehingga dilakukan operasi di Rumah Sakit Colombia Asia Semarang.
Nahas, nyawa korban tidak terselamatkan pasca menjalani operasi, meninggal pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.00.
Pihak kepolisian yang mendapat pelaporan kejadian ini juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Kapolsek Semarang Barat, AKP Darwin Tambra membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga menyebut telah mendatangi lokasi kejadian memintai keterangan pihak pengelola museum, termasuk saksi-saksi dsn keluarga korban.
"Iya, itu yang anak kecil. Itu kebetulan dari pihak keluarga korban tidak mau membuat laporan. Jadi diselesaikan secara kekeluargaan," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (13/5/2026).
"Kemarin anggota sudah kesana cek TKP, cek di rumah sakit juga, bertemu dengan pihak keluarga korban juga. Intinya diselesaikan dengan pihak keluarga sendiri," bebernya.
Terkait kronologi kejadian tersebut, Kapolsek menjelaskan pada intinya korban awalnya bermain di dalam lingkungan museum disekitaran patung. Hingga akhirnya tertimpa patung.
"Jadi anak kecil itu awalnya sama ibunya, cuman dia lari-lari (bermain), lewatlah arah situ. Ya gak taulah namanya musibah kan, dimain-mainin lah patung itu, terus tertimpa," katanya.
Korban juga dibawa ke rumah sakit lantaran mengalami luka. Namun, setelah menjalani operasi di rumah sakit, korban tidak terselamatkan nyawanya yang diduga akibat luka dari kejadian tersebut.
"(Luka) lecet sih. Cuman hasil dari keterangan dokter ada pembekakan hati. Malamnya itu dioperasi. Besoknya meninggal," jelasnya.
Menanggapi adanya dugaan pidana, Kapolsek mengatakan sementara ini, kepolisian tidak melanjutkan penyelidikan lantaran pihak keluarga menyelesaikan secera kekeluargaan dan tidak melakukan tuntutan.
"Iya dari keluarga korban tidak ada tuntutan apa-apa sih. Kalau untuk saat ini tidak ada," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi