Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bocah SMP di Semarang Terluka Bersimbah Darah Akibat Tawuran, Sempat Ngaku Jadi Korban Begal

Muhammad Hariyanto • Jumat, 8 Mei 2026 | 19:20 WIB

 

Salah satu pelajar yang mengalami luka akibat tawuran menjalani perawatan medis di rumah sakit di Semarang
Salah satu pelajar yang mengalami luka akibat tawuran menjalani perawatan medis di rumah sakit di Semarang

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang pelajar SMP Negeri di Kota Semarang terluka bersimbah akibat sabetan senjata tajam.

Luka tersebut ternyata dialami oleh pelajar tersebut usai melakukan aksi tawuran dengan lawannya yang juga kalangan kelompok pelajar SMP. 

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard mengakui adanya kejadian tersebut. Pihaknya membeberkan, aksi tersebut merupakan perkelahian antar pelajar SMP di atas jembatan Tol Wonosari, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 18.00.

Baca Juga: UIN Walisongo Tunggu Laporan Korban Dugaan Pelecehan Seksual, Sanksi Terhadap Pelaku Bisa Berujung Pemecatan

"Perkelahian tersebut melibatkan kelompok siswa SMP yang sebelumnya saling menantang melalui media sosial Instagram untuk melakukan tawuran di lokasi tersebut," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (8/5/2026). 

Dua kelompok yang terlibat tawuran dari melibatkan diduga pelajar SMP Purnama 3, dengan pelajar yang juga diduga dari SMPN 28 Semarang.

Baca Juga: Korban Beberkan Modus Kiai Ashari Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Pati

Kelompok SMP Purnama 3 datang menggunakan dua sepeda motor dengan lima orang.

Sedangkan kelompok SMPN 28 Semarang berjumlah sekitar 18 orang menggunakan enam sepeda motor dengan sebagian berboncengan tiga. 

"Dalam kejadian tersebut, salah satu pelajar berinisial DP terlibat perkelahian satu lawan satu dengan lawannya yang menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga mengalami luka sabetan pada tangan kiri," bebernya.

Siswa yang duel dengan DP, diduga dari kelompok pelajar diduga dari SMPN 28 Semarang. Lantaran mengalami luka, kemudian DP kabur meninggalkan lokasi aksi tawuran.

"DP bersama rekannya berinisial YRO berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor yang ditumpangi tiga orang, namun dikejar rombongan lawan," jelasnya. 

"Sesampainya di depan kawasan Hamas Wonosari, sepeda motor yang dikendarai (DP dan rekannya) dipepet hingga menabrak tiang listrik. Setelah kejadian itu, korban meminta pertolongan warga dan sempat memberi keterangan telah menjadi korban pembegalan," bebernya.

Baca Juga: AKBP Basuki Dituntut 5 Tahun Penjara, Terbukti Telantarkan Dosen Untag Semarang hingga Meninggal 

Atas pengakuan dugaan pembegalan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Ngaliyan. Laporan tersebut juga langsung ditindaklanjuti oleh anggota piket fungsi Polsek Ngaliyan, dan mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan sebagai bahan penyelidikan. 

Anggota Polsek Ngaliyan juga melakukan pengecekan ke RS Samsoe Hidajat Semarang tempat korban dirawat.

Hingga akhirnya diperoleh keterangan para saksi dari rekan DP di rumah sakit tersebut yang mengaku DP mengalami luka akibat tawuran.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan interogasi terhadap sejumlah saksi diketahui bahwa peristiwa tersebut bukan aksi pembegalan, melainkan perkelahian antar pelajar," tegasnya. 

Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan dan pendalaman Unit Reskrim Polsek Ngaliyan. DP juga masih meringkuk di rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. 

"Semalam masih di rumah sakit (DP), tapi perkembangannya seperti apa belum tahu saya," jelasnya.

Kapolsek menyebut, ditemukan senjata tajam dilokasi kejadian. Namun demikian, masih dilakukan pendalaman untuk mengungkap pemilik Sajam tersebut. 

"Untuk pelaku-pelakunya masih dalam penyelidikan, termasuk juga senjata tajam masih pendalaman," tegasnya. 

Disisi lain, Kapolsek juga menegaskan terus melakukan patroli kamtibmas diwilayah hukum Polsek Ngaliyan. Pihaknya juga mengimbau kepada para orangtua untuk tidak bosan mengawasi pergaulan putra-putrinya.

"Kita juga intensif rutin ngasih imbuhan ke sekolahan juga. Itu kan juga walaupun di luar jam sekolah, pokoknya orang tua yang namanya anak masih SMP masih labil, kalau belum pulang harusnya orang tuanya di cari gitu," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#ngaku korban begal ternyata tawuran di Semarang #pelajar smp di Semarang tawuran #tawuran pelajar di Semarang #Tawuran di Semarang