Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pelari Run for Rivers Temui Gubernur Jateng Bahas Aksi Bersih Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan Sungai Watch Berkantor di Wisma Perdamaian

Khafifah Arini Putri • Senin, 4 Mei 2026 | 16:04 WIB
Suasana hangat mewarnai audiensi antara jajaran Jawa Pos Radar Semarang bersama Sungai Watch dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/5). (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang
Suasana hangat mewarnai audiensi antara jajaran Jawa Pos Radar Semarang bersama Sungai Watch dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/5). (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana hangat mewarnai audiensi antara jajaran Jawa Pos Radar Semarang bersama Sungai Watch dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/5).

Gubernur yang sempat datang sedikit terlambat itu langsung menyampaikan permohonan maaf lantaran masih mengikuti rapat.

Setibanya di lokasi, ia langsung menyalami satu per satu jajaran pimpinan Jawa Pos Radar Semarang serta tim Sungai Watch.

Pertemuan berlangsung cair dan penuh antusias, terlebih dengan kehadiran tiga pelari asal Prancis yang tengah menjalankan misi lingkungan.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi dan Sungai Watch Bakal Kolaborasi Bersihkan Sampah Sungai di Jateng

Mereka adalah Sam, Gary, dan Kelly Bencheghib. Ketiganya merupakan pendiri Sungai Watch yang saat ini tengah menjalankan kampanye besar bertajuk Run for Rivers.

Sebuah aksi lari dari Bali hingga Jakarta sejauh kurang lebih 1.260 kilometer. Kota Semarang menjadi wilayah ke-14 yang mereka singgahi dari total kabupaten/kota yang telah dilalui.

Audiensi diawali pemaparan Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi. Ia menjelaskan potensi kolaborasi antara program Pemprov Jateng dengan gerakan Sungai Watch.

"Pak Gubernur juga punya program Mageri Segoro, memagari pesisir dengan menanam mangrove. Ini kiranya match dengan Gary, Sam, dan Kelly," jelas Baehaqi di hadapan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Ia melanjutkan, ketiga pendiri Yayasan Sungai Watch itu jatuh hati pada Indonesia dan mengabdikan diri pada lingkungan. Khususnya sungai.

Sementara dalam aksi Run For Rivers ini, Sam, Gary, dan Kelly sudah membersihkan beberapa sungai.

"Mereka sudah clean up di Kendal dan sebelumnya juga bersih-bersih di Semarang bersama Wali Kota Semarang," imbuhnya.

Baca Juga: Pelari Run for River Sam, Gary dan Kelly Bencheghib Tembus Padatnya Lalu Lintas Pantura Semarang-Kendal

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pun menyambut baik kedatangan Jawa Pos Radar Semarang bersama tim Sungai Watch.

Ia pun menyatakan dukungannya terhadap gerakan Sungai Watch yang dinilai selaras dengan kebijakan pemerintah.

"Pertemuan dengan Sungai Watch yang pertama Sam, Kelly sama Gary ini, (mereka) sudah berjalan dari mulai Bali sampai nanti ke Jakarta. Yang isinya adalah bagaimana Sungai kita bisa bersih dari sampah," kata Luthfi.

Menurut Luthfi, upaya yang dilakukan Sungai Watch sejalan dengan target nasional terkait pengelolaan sampah.

Ia menambahkan Pemprov Jateng sudah memetakan pengelolaan sampah dari mulai aglomerasi, RDF, sampai regional. 

Hal ini dibuktikan dengan Kabupaten Banyumas yang mendapat penghargaan dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait dengan pengelolaan samaph.

Baca Juga: Tiga Pelari Run for Rivers Ikut Mlaku Bareng Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Sebut Sungai di Semarang Cukup Bersih

Disamping itu Jateng juga memiliki program Mageri Segoro. Pelaksanaannya ialah dengan menanam satu juta pohon mangrove di seluruh pesisir Jateng sepanjang 670 km, yang terbentang di 17 kabupaten/kota.

“Kemudian ada napas tentang penghijauan mangrove dan ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam ini Bapak Presiden terkait Zero Sampah, dan ini selaras dengan program kita bahwa kita sudah membuat beberapa mapping tentang sampah di tempat kita dari mulai aglomerasi, kemudian RDF sampai regional kita sudah mapping tinggal pelaksanaannya,” jelasnya

Pada kesempatan itu Luthfi mengaku akan ikut kegiatan lari dalam aksi Run For Rivers pada Kamis, 7 Mei 2026 mendatang yang dilanjutkan dengan bersih-bersih sampah di Sungai Loji, Pekalongan.

Menariknya Luthfi secara gamblang akan ikut serta menawarkan tempat untuk Sungai Watch berkantor di Semarang.

Yakni di Wisma Perdamaian. Tujuannya tak lain agar lebih mudah berkolaborasi dalam penanganan sampah.

"Saya akan dukung kegiatan ini (aksi Run For Rivers). Kalau perlu perlu ngantor di tempat saya, kita siapkan di Wisma Perdamaian, kita siapkan kantor di sana untuk bantu kita untuk kegiatan membersihkan sampah dan menghijaukan sungai wilayah ini (Jateng)," tegasnya.

Sementara Gary Bencheghib, dalam diskusi yang berlangsung cair, Gary Bencheghib mengungkapkan kekagumannya pada Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah yang menjadi daerah percontohan pengelolaan sampah.

"Saya sudah banyak mendengar tentang Kabupaten Banyumas yang kemarin mendapatkan penghargaan. Saya sudah berkeliling bertemu bupati di Jawa Timur dan semua tahu tentang Banyumas yang mendapat penghargaan dari Pak Presiden dan itu benar-benar menjadi contoh bagi semua kabupaten," kata Gary.

Ia juga menjelaskan pengalaman Sungai Watch selama enam tahun beroperasi di Bali dan Jawa Timur. Setiap tahun, pasca hujan besar, pantai di Bali dipenuhi sampah. Padahal asal sampah itu tak hanya datang dari Bali tapi berbagai daerah di Jawa Timur.

Gary menambahkan, pihaknya sudah melakukan clean up di Kendal, Semarang, dan Demak.

"Kami sangat ingin membuka cabang di sekitaran sana. Nanti bila perjalanan ini selesai 24 Mei di Jakarta, kami balik lagi ke sini," akunya.

Sedangkan Sam, mengaku sangat senang mendapat tawaran Ahmad Luthfi untuk berkantor di Kota Semarang. Ia bahkan menawarkan agar Gubernur Jateng itu ikut aksi Run For Rivers.

"Bapak, terima kasih banyak. Sampai sekarang Sungai Watch operasi di Bali dan Jawa Timur, belum ada cabang di Jawa Tengah. Tapi luar biasa kalau bisa berkolaborasi. Semoga Bapak besok bisa lari bersama," ujar Sam dengan semangat.

Tawaran berkantor di Wisma Perdamaian itu pun disambut positif. Ia bahkan menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam gerakan penyelamatan sungai.

Baca Juga: Kendal Darurat Sampah, Jadi Prioritas Cabang Sungai Watch

"Bisa, pasti (untuk berkantor di Kota Semarang). Kami sudah lihat ada banyak potensi untuk bersih-bersih di sini. Walaupun Kota Semarang bersih sangat, mungkin ada kawasan seperti Kendal atau mungkin kawasan lain yang perlu jaring bersama," ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini timnya masih terus mengumpulkan data terkait kondisi sungai di sepanjang rute perjalanan. 

“Setiap hari kami ada tim yang turun ke lapangan untuk cari sungai apa yang mungkin perlu bantuan,” bebernya.

Tak hanya audiensi, kolaborasi nyata juga dilakukan bersama OPD terkait. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jateng Aria Chandra Destianto menyebut akan menggelar fun run bersama komunitas lari di Pekalongan untuk meramaikan aksi Run For Rivers. Kegiatan tersebut rencananya dikemas dalam lari sejauh 3 - 5 kilometer, dilanjutkan aksi bersih sungai.

“Rencana kita ajak komunitas lari daerah Pekalongan dan sekitarnya. Lalu bersih-bersih sungai dan memang dari Dinas Lingkungan itu nanti juga akan support terkait dengan lokasi adanya sungai nanti rencana di Sungai Loji,” jelasnya.

Kepala DLHK Jateng Heru Djatmika menyampaikan aksi bersih-bersih sampah itu akan dilaksanakan di Sungai Loji. Sungai ini dipilih karena kondisinya membutuhkan perhatian serius dan sering ada limbah dari industri di sekitaran Pekalogan.

“Sungai Loji adalah sungai yang melewati Kota Pekalongan dan di situ banyak limbah-limbah dari pabrik tekstil di sekitar Pekalongan yang masuk ke Sungai Loji,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Sungai Watch dapat mempercepat pemulihan kondisi sungai tersebut. 

“Harapannya nanti Sungai Loji agar kembali pulih sediakala terutama untuk sampah-sampah plastik,” pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#sungai watch #run for rivers