RADARSEMARANG.ID, Semarang - Komitmen untuk menghilangkan cumi-cumi darat, mulai dilakukan Pemkot Semarang pada armada Trans Semarang. Salah satunya dengan melakukan peremajaan 41 armada bus ukuran medium dan feeder.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mejelaskan jika peremajaan armada ini, dilakukan untuk memberikan bukti nyata komitmen Pemkot, memberikan transportasi yang nyaman, aman dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Rayakan HJKS ke-479, Trans Semarang Bagikan Ratusan Susu, Berikan Tiket Murah Khusus Buruh
"Harapan bus mogok karena usia dan asap tebal bisa hilang. Nanti sampai September kita ada 130 bus yang diremajakan. Selamat tinggal cumi-cumi darat," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, usai upacara Hari Jadi Kota Semarang (HJKS) ke-479, di Halaman Balai Kota.
Agustina menambahkan, Pemkot juga akan membeli bus listrik sebagai bagian dari peremajaan armada Trans Semarang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi dan emisi gas buang di perkotaan.
"Kedepan juga ada bus listrik. Doakan kekuatan fiskal Pemkot Semarang agar bisa menambah jumlah armada, termasuk pembiayaan operasionalnya. Walaupun armada ini dari pihak ketiga, biaya operasional tetap harus ditanggung pemerintah kota," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan peremajaan armada menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di Kota Semarang.
"Dari target 130 baru terealisasi 41 armada yang telah diremajakan. Ini salah satu komitmen kami memperbaiki layanan transportasi umum di Semarang," tambah dia.
Dia menjelaskan, rencana peremajaan mencakup berbagai jenis armada, mulai dari bus besar di koridor utama hingga bus feeder yang menjangkau kawasan permukiman.
"Pada tahap awal ini , armada baru telah dioperasikan di empat koridor, yakni Koridor 4, Koridor 8, serta Feeder 1 dan Feeder 3," katanya.
Dia menjelaskan jika armada baru ini akan langsung beroperasional. Pihaknya menargetkan seluruh proses peremajaan rampung pada September 2026, termasuk pengadaan bus listrik.
"Targetnya September selesai sebagai batas akhir. Nanti ada sekitar 130 armada baru termasuk bus listrik," paparnya.
Menurut dia, peremajaan menjadi salah satu solusi masalah cumi-cumi darat dan armada yang kerap mogok karena termakan usia.
Baca Juga: Pria di Kaliwungu Selatan Ditemukan Meninggal Setelah Sehari Tak Bisa Dihubungi
"Dilapangan banyak yang keluar asap tebal, ataupun mogok karena usia. Nah peremajaan ini, kita lakukan untuk menghilangkan tersebut," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi