RADARSEMARANG.ID, Semarang - Semangat kampanye terasa kuat dalam gelaran Run for River 5K Fun Run di Kota Semarang, Jumat pagi (1/5).
Sejak pukul 06.00, puluhan peserta mulai berkumpul di depan Mie Gacoan Pedurungan untuk melakukan persiapan, mulai dari registrasi hingga pemanasan sebelum berlari.
Baca Juga: Agustina Bakal Sinkronkan Run for Rivers dengan Semarang Wegah Nyampah
Sekitar 70 pelari ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Setelah sesi foto bersama, pemanasan dipimpin langsung oleh Sam dengan iringan musik penuh semangat.
Suasana cair dan penuh antusias mengawali start lari sejauh sekitar 5,3–5,6 kilometer pukul 07.00, menuju Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Sebelum start, para pelari internasional asal Prancis, Gary, Sam, dan Kelly Bencheghib, menyapa peserta. Sam mengungkapkan perjalanan panjang yang telah mereka tempuh selama kampanye Run for River.
"Luar biasa, kami sudah melewati Banyuwangi, Blora. Setiap hari kami lari 25 kilometer. Masih ada sekitar 450 kilometer lagi menuju Jakarta. Semoga tetap enjoy dan happy," ujarnya.
Kelly turut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta di Semarang. Ia juga mengajak peserta untuk memperluas dampak kampanye dengan melibatkan orang lain.
"Kami punya tantangan baru. Tolong tandai lima teman, supaya semakin banyak yang ikut peduli dan membantu membersihkan sungai," katanya.
Sementara itu, Gary membuka sambutannya dengan sapaan khas Jawa, “Sugeng enjang,” yang langsung disambut meriah peserta. Ia menyebut perjalanan mereka telah mencapai 751 kilometer.
"Kita akan lari bersama sekitar 5 kilometer. Tetap hati-hati di jalan dan kita tidak sabar untuk berlari bersama," ujarnya.
Para peserta kemudian berlari dengan tertib mengikuti aturan lalu lintas, dikawal sweeper, TNI/Polri di sepanjang rute. Sepanjang perjalanan, semangat kebersamaan terasa kuat, terlebih dengan dukungan dari berbagai pihak.
Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi bersama jajaran manajemen seperti General Manager Iskandar dan Sugiyanto Wiyono tampak ikut berlari. Pimpinan Redaksi M Rizal Kurniawan hingga reporter Khafifah Arini Putri juga turut ambil bagian.
"Ayo semangat, ambegan-ambegan!" seru Baehaqi sambil melambaikan tangan memberi motivasi.
Berbagai komunitas lari lokal juga ikut ambil bagian. Petra Vendra dari Komunitas Playon Ndeso mengaku kegiatan ini memberi perspektif baru tentang aksi sosial berbasis lingkungan.
"Aku sudah sering ikut event charity, tapi biasanya untuk anak-anak telantar atau disabilitas. Kalau yang peduli lingkungan seperti ini baru pertama kali, dan kami merasa tergerak untuk ikut membantu,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan yang dijalani para pelari internasional tersebut sangat tidak mudah dan membutuhkan konsistensi tinggi.
"Lari 25 sampai 30 kilometer per hari itu tidak semua runner bisa. Konsisten itu susah. Ini sangat inspiratif, keren banget. Keep it up," tambahnya.
Antusiasme juga datang dari peserta lintas usia. Teguh Hugo, 66, pelari senior yang turut ambil bagian. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai lebih dibandingkan event lari biasa.
"Kalau lari biasa tanpa titel itu kami sudah biasa. Tapi ini beda, suasananya mengajak kita peduli lingkungan, terutama sungai," ungkapnya.
Ia menilai misi yang diusung Run for River sangat relevan dengan kondisi saat ini dan mampu menjadi gerakan nyata di masyarakat.
"Misi acara ini sangat bagus karena peduli lingkungan, khususnya sungai. Saya memang senang ikut event yang mengutamakan kebersihan lingkungan," ujarnya.
Teguh juga membagikan kunci agar tetap aktif berolahraga di usia lanjut, yakni menjaga semangat.
"Yang utama itu semangat. Supaya tidak malas bergerak, ya dipaksakan tetap lari," katanya seusai finis di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Terkait kondisi kebersihan di Kota Semarang, ia menilai kesadaran masyarakat sudah cukup baik. Terutama di jalan-jalan utama dan lingkungan permukiman.
Baca Juga: Sambut Pelari Run for River, Tim Trantib Pedurungan Semarang Siaga di Perbatasan Kota
"Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sudah bagus. Jadi tidak terlalu sulit mengajak masyarakat peduli lingkungan," tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Sungai Watch, sebuah yayasan yang berfokus mencegah sampah plastik masuk ke sungai melalui pemasangan trash barrier dan aksi bersih sungai.
Usai finis di Simpang Lima, Gary kembali menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah ikut berlari bersama. "Semangatnya tinggi sekali. Kita senang sudah sampai di sini, di pusat Kota Semarang," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan, termasuk agenda bersih-bersih sungai di Demak serta perjalanan lanjutan menuju Kendal.
"Kalau kita ingin menyelesaikan masalah sampah plastik, kita harus mulai dari diri sendiri. Semoga lewat Run for River, orang bisa berpikir dua kali saat menggunakan plastik sekali pakai," tandasnya.
Melalui kegiatan ini, para pelari berharap kampanye menjaga kebersihan sungai tidak berhenti di lintasan lari, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi