Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Agustina Bakal Sinkronkan Run for Rivers dengan Semarang Wegah Nyampah

Adennyar Wicaksono • Kamis, 30 April 2026 | 19:19 WIB
Tiga pelari asal Perancis, Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib, ketika bertemu dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng
Tiga pelari asal Perancis, Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib, ketika bertemu dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG Tiga pelari asal Perancis yakni Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib, yang berlari untuk program lingkungan Run for Rivers bertemu dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng di Kantor Wali Kota, Kamis (30/4). Ditemani Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi dan jajaran management.

Sebelumnya mereka disambut beberapa petinggi pemkot seperti Asisten II, Hernowo Budi Luhur, Asisten III R. Wing Wiyarso, serta beberapa kepala dinas seperti Kepala Dishub, Danang Kurniawan, Kepala Satpol PP, Kusnandir, Kepala DPU, Suwarto, Kepala Dispora Fravarta Sadman, Kabag Tapem, Yoga Tamtomo, Kepala Disperkim Murni Ediati, untuk berbincang sejenak mengenai program yang mereka lakukan.

Baca Juga: Singgah di Kantor Jawa Pos Radar Semarang, Pelari Run for Rivers Disambut Tari Gambang Semarang dan Kuliner Jawa

“Selamat datang di Semarang,” sapa Hernowo kepada Gary, Kelly dan Sam.

Tak berselang lama, Agustina datang menyapa rombongan. Politikus PDI-Perjuangan ini menyapa mereka dengan bahasa Indonesia.

“Selamat datang, bisa bahasa Indonesia, atau malah bahasa Jawa. Monggo pinarak,” katanya sambil tersenyum.

Baehaqi kemudian mengenalkan jajaran dari Run for Rivers dan Yayasan Sungai Watch yang turut hadir.

Menurut dia, ketiga punya niat untuk berlari dari Bali sampai Jakarta untuk melakukan kampanye pembersihan lingkungan.

Baca Juga: Hujan Badai Tak Hentikan Run for River

“Disela lari itu, mereka melakukan pembersihan sungai. Ini cocok dengan program bu wali yang konsen dengan lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Gary langsung menyapa Agustina dengan mengucapkan terima kasih sudah menerima mereka untuk audiensi.

“Terima kasih, iki sikilku wis kesel tapi iseh iso mlayu, ibu besok ikut mlayu,” canda Gary kepada Agustina.

Agustina pun tertawa seraya membalas apa yang diucapkan Gary. “Aku ora melu lari, sikilku ndisik tau operasi,” balas Agustina sembari tertawa.

Gary menjelaskan kepada Agustina jika dirinya sudah 20 tahun tinggal di Bali. Disana permasalahan yang muncul adalah sampah yang masuk ke laut, dan berasal dari aliran sungai. Sampah ini menurutnya datang dari berbagai daerah.

“Saat bulan Desember dan Maret itu musim hujan, banyak sampah plastic masuk ke laut dari aliran sungai dan ini membuat lautan menjadi kotor,” jelasnya.

Baca Juga: Pendiri Sungai Watch, Sam, Gary dan Kelly Terkejut Lihat Banyaknya Sampah di Tepi Jalan Raya Gubug Purwodadi

Yayasan Sungai Watch kata dia telah memasang 400 titik jaring di aliran sungai yang ada di Bali, Banyuwangi dan Sidoarjo agar tidak langsung ke laut. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dilakukan pemilihan.

“Sampah yang dikumpulkan kita pilah, ada 30 jenis setiap warna jenis kita pisah, ada beberapa merek dan brand audit, urutan mana yang paling besar.Nanti kita lakukan laporan kepada pemerintah,” jelasnya.

Terpisah, Agustina menjelaskan jika program yang dilakukan Sam, Kelly dan Gary ini sejalan dengan Pemkot Semarang yakni Semarang Wegah Nyampah. Program ini selain untuk kebersihan lingkungan juga mengantisipasi adanya banjir yang disebabkan sampah.

Pihaknya mengaku sudah membentuk Satgas Berlian yakni Bersih Sungai dan Lingkungan yang isinya pegawai Pemkot, aktivis lingkungan, TNI Polri hingga masyarakat di setiap kecamatan untuk melakukan pembersihan di sungai-sungai dan saluran air yang ada di Ibu Kota Jateng.

“Masalah sampah selalu berulang, kesimpulannya problem sampah di sungai, adalah kebiasaan manusia membuang sembarangan. Sampah di Semarang ini juga berasal dari wilayah atas,” tuturnya.

Program Semarang Wegah Nyampah sendiri, adalah program yang dibuat Pemkot dari sisi pendekatan budaya, dimana program tersebut dimulai dari tokoh masyarakat, salah satunya ASN, seperti melakukan pemisahan serta pilah sampah.

“Gerakan sungai Watch ini harus digabungkan dengan program pemerintah Semarang wegah nyampah, karena fokus sama-sama fokus ke lingkungan,”jelasnya.

Agustina juga mengajak Sam, Gary dan Kelly untuk melakukan pembersihan aliran Sungai di Lapangan Simpang Lima, Minggu mendatang. Dalam acara tersebut, ada program tukar botol dengan lunpia.

“Kita ada acara di Simpang Lima, besok kalau bisa ikut, nanti kita bersihkan saluran air yang ada disana,” pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#run for rivers