RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Riuh tawa anak-anak terdengar dari sudut gerobak baca di halaman Kantor Kecamatan Semarang Selatan, Rabu (29/4). Di tempat itu, Camat Semarang Selatan, Sunardi bersama jajaran Danramil dan Kapolsek duduk membaur dengan warga.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi warna dalam Gebyar Peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-479 tingkat Kecamatan Semarang Selatan. Halaman kecamatan dipenuhi stand produk UMKM, potensi wilayah, hingga hasil urban farming warga.
"Kami Kecamatan Semarang Selatan berkolaborasi dengan kelurahan, lembaga, dan masyarakat mengadakan gebyar peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-479 tingkat kecamatan," ujar Camat Semarang Selatan, Sunardi.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi pameran pembangunan dan UMKM, cooking class serta lomba memasak, diskusi interaktif bersama penyandang disabilitas, hingga pengajian dan doa bersama pada malam hari.
"Dalam pameran ini ditampilkan seluruh produk UMKM dari masing-masing wilayah. Baik yang sudah berizin maupun yang belum berizin nanti akan kami data," katanya.
Selain UMKM, kecamatan juga mulai mendata penyandang disabilitas di wilayah Semarang Selatan. Data tersebut nantinya digunakan untuk mendukung program Rumah Inspirasi bagi anak-anak penyandang disabilitas yang belum terakomodasi sekolah formal.
"Kami ingin punya data UMKM-nya, terus penyandang disabilitasnya juga punya data. Jadi nanti bisa kami tindak lanjuti bersama dinas terkait," imbuh Sunardi.
Dari seluruh stand yang berjajar, milik Kelurahan Peterongan menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Sebuah gunungan hasil bumi berdiri di tengah stand. Pisang, pete, gambas, terong, hingga aneka sayur ditata menyerupai miniatur hasil panen.
Lurah Peterongan Ermawati menjelaskan, konsep stand mereka mengangkat tema ketahanan pangan berbasis masyarakat. Sebagian besar hasil bumi yang dipamerkan berasal dari urban farming warga yang ditanam di bawah dan sekitar Jembatan Tanggul Indah, Peterongan.
"Yang seperti gambas ini banyak sekali ditanam masyarakat di bawah dan sekitar Jembatan Tanggul Indah. Kami berdayakan lalu kami tampilkan di sini," katanya.
Selain hasil pertanian warga, stand Peterongan juga dipenuhi produk UMKM lokal seperti telur asin, ganjel rel, pepes, hingga aneka camilan rumahan hasil karya warga dan kelompok PKK. Menurut Ermawati, para pelaku UMKM mulai mendapat pendampingan terkait legalitas usaha dan kemasan produk. (fgr/fth)
Editor : Tasropi