RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kunjungan tiga pelari asal Prancis, Sam, Gary, dan Kelly Bencheghib, ke Kantor Jawa Pos Radar Semarang berlangsung hangat dan penuh nuansa budaya Jawa, Kamis (30/4).
Kedatangan mereka menjadi bagian dari jeda perjalanan kampanye Run for Rivers yang tengah mereka jalani dari Bali menuju Jakarta.
Baca Juga: Hujan Badai Tak Hentikan Run for River
Rombongan tiba sekitar pukul 09.40 di kantor yang beralamat di Jalan Merapi Nomor 22.
Mereka langsung disambut Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, bersama jajaran karyawan.
“Selamat datang di Kantor Jawa Pos Radar Semarang,” sapa Baehaqi.
“Gimana krasan di Kota Semarang,” lanjutnya.
Gary pun menjawab singkat. “Krasan,” ucapnya sambil tersenyum.
Baca Juga: Sambut Pelari Run for River, Tim Trantib Pedurungan Semarang Siaga di Perbatasan Kota
Penyambutan tak sekadar formal. Suasana dibuat kental dengan sentuhan budaya lokal. Tiga penari dari SMPN 3 Semarang, yakni Syirin Zaimah Latif, Najwa Riqqah Putri Sutomo, dan Rieke Tertia Septianingtyas, tampil membawakan Tari Gambang Semarang.
Penampilan mereka turut didampingi guru Anto Siswoyo yang memastikan tarian berjalan lancar.
Usai pertunjukan, ketiga penari mengalungkan bunga kepada Sam, Gary, dan Kelly sebagai bentuk penghormatan.
Ketiganya tampak antusias dan beberapa kali mengabadikan momen tersebut menggunakan handphone mereka.
Acara kemudian berlanjut dengan konsep lesehan di teras depan kantor. Sam, Gary, dan Kelly diajak duduk bersama karyawan tanpa sekat, menikmati suasana santai khas Jawa.
Baehaqi menjelaskan, konsep lesehan memang sengaja dihadirkan untuk memperkenalkan budaya lokal.
“Silakan duduk, ini memang kita setting seperti budaya masyarakat Jawa. Kalau ada hajatan atau musyawarah di kampung, biasanya lesehan, tidak pakai kursi,” ujarnya.
Di tengah suasana santai itu, berbagai hidangan khas disajikan. Mulai dari lumpia Semarang yang berisi rebung, hingga singkong D9 khas Salatiga dalam olahan rebus dan goreng.
“Lumpia ini beda dengan yang di Jawa Timur, isinya rebung, bambu muda,” jelas Baehaqi sambil mengenalkan makanan kepada Sam, Gary, dan juga Kelly.
Kelly yang tampak selektif memilih makanan, akhirnya menikmati singkong. Sementara Gary dan Sam tampak mencicipi lumpia dengan lahap.
Pada kesempatan itu, Baehaqi mengenalkan Jawa Pos Radar Semarang sebagai bagian dari Jawa Pos Group.
Ia menjelaskan jangkauan wilayah kerja Radar Semarang dan Radar Kudus, serta peran media dalam mengawal isu lingkungan.
Ia menyinggung program Kampung Hebat yang digarap bersama Pemkot Semarang, salah satunya mendorong budaya pilah sampah dari rumah tangga.
"Mulai dari rumah, sampah dipilah organik dan non-organik. Ada yang dijual, ada yang diolah jadi pupuk. Ini sudah berjalan di Semarang,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran tiga pelari tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar menjaga lingkungan. Terutama berkaitan dengan pengelolaan sampah.
“Mereka dari Prancis, tapi peduli kebersihan sungai kita. Ini harus jadi inspirasi untuk kita semua,” tegasnya.
Suasana semakin cair saat Gary membuka sambutan dengan bahasa Indonesia dan Jawa.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sugeng enjing,” ucapnya, disambut tepuk tangan.
Ia mengaku sangat terkesan dengan sambutan di Jawa Tengah. Termasuk dari tim Radar Semarang.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Baehaqi. Dari Grobogan sampai Demak kami disambut luar biasa, bahkan sampai makan bersama bupati,” ungkapnya.
Meski begitu, mereka tetap menjaga semangat untuk menyelesaikan misi. Terlebih kata dia, para bupati ikut menyambut mereka dan bahkan makan bersama. Karena itulah misi ini harus diselesaikan hingga akhir.
Ia menambahkan saat ini, mereka masih memiliki waktu sekitar 24 hari untuk mencapai Jakarta dengan target lari 25 kilometer per hari.
“Dari Surabaya ke Semarang badan sudah capek banget. Ini paling susah dalam perjalanan kami,” katanya.
Menurut Gary, kunjungan ke Kantor Jawa Pos Radar Semarang menjadi salah satu momen spesial, terutama setelah perjalanan berat dari Surabaya menuju Semarang.
"Terima kasih sebesar besarnya kepada Pak Baehaqi, sudah membuka pintu dari Blora kemarin," imbuhnya.
Ia pun mengapresiasi karyawan Radar Semarang yang telah menyambut mereka bahkan ketika hujan badai.
"Terus teman teman dari radar kudus dan radar semarang dan apalagi kemarin waktu hujan badai semuam teman-teman (Radar Semarang) menunggu dengan bunga dan banner. Dan kita mengucapkan terima kasih lebih banyak," ujarnya.
Sementara itu, Sam mengaku kunjungan tersebut memberi pengalaman baru, terutama dalam hal budaya dan kuliner. Sebab meskipun sudah tinggal lama di Bali, ia belum pernah mencicipi makanan khas Jawa.
"Walaupun kami tinggal di Bali 21 tahun, ini pertama kali coba makanan khas jawa luar biasa keren banget," ungkapnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos dan Radar Semarang yang terus mengawal aksinya bersama Kelly, dan Gary. Bahkan kata dia, setiap hari saat rehat, mereka sibuk melihat instagram yang penuh dengan perjalanan Run for River.
"Dari 33 hari ini Jawa Pos bantu banget mulai di Surabaya, dan sampai sekarang, di setiap kabupaten, seperti pintu masuk diundang beberapa bupati, dan ini pengalaman luar biasa untuk kami bertiga," bebernya.
Sementara itu, Kelly menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang mereka terima di Kantor Jawa Pos Radar Semarang.
"Terima kasih untuk semua Tim Radar Semarang, Radar Kudus, dan Jawa Pos juga. Terima aksih yang paling dalam atas sambutan semuanya," ujarnya.
Menutup kunjungan, Baehaqi memberikan kenang-kenangan berupa kain batik kepada Sam, Gary, dan Kelly. Setelah itu, mereka melanjutkan agenda ke Balai Kota Semarang untuk bertemu Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi