Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Hujan Badai Tak Hentikan Run for River

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB
Tiga pelari asal Prancis, Gary, Sam dan Kelly Bencheghib didampingi Direktur Radar Semarang Baehaqi saat masuk Kota Semarang. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 
Tiga pelari asal Prancis, Gary, Sam dan Kelly Bencheghib didampingi Direktur Radar Semarang Baehaqi saat masuk Kota Semarang. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jarum jam menunjukkan pukul 19.07 saat rombongan Run for River yang berisi tiga pelari asal Prancis Gary, Sam dan Kelly Bencheghib menginjakkan kaki di Kota Semarang Rabu (29/4/2026).

Meski baru menempuh perjalanan panjang dan harus menerjang hujan badai, ketiganya tetap tampak ceria.

"Selamat datang di Kota Semarang, ini perbatasan Kota Semarang dan Demak," sambut Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi.

Baca Juga: Pendiri Sungai Watch, Sam, Gary dan Kelly Terkejut Lihat Banyaknya Sampah di Tepi Jalan Raya Gubug Purwodadi

Suasana pun cair dengan candaan khas para pelari. "Kok masih kering ini bajunya," celetuk Gary sambil tertawa. "Hujan badai masih lari," tambahnya lagi.

Setelah bersalaman dan foto bersama, seluruh peserta penyambutan meneriakkan yel-yel kampanye lingkungan. 

"Kalau saya bilang Sungai Watch, jaga sungai kita!" seru Baehaqi yang langsung diikuti semua peserta.

Baehaqi kemudian mengenalkan jajaran manajemen dan karyawan Jawa Pos Radar Semarang, termasuk Pemimpin Redaksi M Rizal Kurniawan yang turut berfoto bersama ketiga pelari.

Candaan kembali pecah saat Gary menggoda peserta yang ingin berfoto."Lima ribu satu foto," ujarnya yang langsung disambut tawa.

Baca Juga: Sambut Pelari Run for River, Tim Trantib Pedurungan Semarang Siaga di Perbatasan Kota

Sementara itu, Sam mengaku baru pertama kali datang ke Semarang dan merasa antusias melanjutkan perjalanan kampanye lingkungan tersebut.

Hingga memasuki Kota Atlas, mereka telah menempuh sekitar 700 kilometer dan masih harus berlari sekitar 500 kilometer lagi.

"Kami sudah lari 700 kilometer dan akan berlari 500 kilometer lagi. Harus semangat," katanya.

Ia juga mengajak warga Semarang ikut memeriahkan agenda fun run 5 kilometer yang akan digelar pada 1 Mei mendatang mulai pukul 07.00. 

Menurut Sam, perjalanan panjang itu tidak mudah. Mereka harus berlari rata-rata 25 kilometer setiap hari dengan kondisi fisik yang terus diuji.

"Kami ada beberapa sakit kaki, seperti Kelly dan Gary ada cedera," ungkapnya.

Baca Juga: Hujan di Bojonegoro Tak Mengendurkan Semangat Tiga Bersaudara Asal Prancis Lari Bali-Jakarta demi Kampanyekan Aksi Bersih Sungai Lewat Run for Rivers

Semarang menjadi kota/kabupaten ke-14 yang mereka singgahi selama perjalanan Run for River.

Lewat aksi lari lintas daerah tersebut, mereka mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai dan mengurangi sampah demi lingkungan yang lebih sehat.

Tak berselang lama setelah penyambutan di water station pertama, sekitar 10 menit kemudian Gary, Sam, dan Kelly kembali melanjutkan lari.

Kali ini mereka ditemani langsung oleh Baehaqi menuju water station terakhir di depan Mie Gacoan Pedurungan yang rencananya akan menjadi titik start fun run pada 1 Mei mendatang.

Di sepanjang perjalanan, warga yang melintas tampak melambaikan tangan dan memberikan semangat kepada rombongan pelari yang tetap berlari meski hujan masih turun ringan. 

Penyambutan dimulai sekitar pukul 16.00 di gerbang Perumahan Plamongan Indah, perbatasan Demak–Semarang.

Tim Trantib Kecamatan Pedurungan bersama Babinsa telah bersiaga untuk memastikan pengamanan dan kelancaran kedatangan rombongan pelari internasional tersebut.

Mewakili Camat Pedurungan Nurul Hidayati, Kasi Trantib Kecamatan Pedurungan Setya Budi mengaku bangga karena Semarang menjadi bagian perjalanan kampanye lingkungan berskala internasional itu.

"Merasa heran sekaligus bangga ya, karena negara kita bisa menjadi objek internasional. Ini juga kampanye keindahan dan sisi positif masyarakat Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, gerakan Run for River membawa pesan penting kepada masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan, khususnya menjaga sungai agar terbebas dari sampah.

"Selain menyehatkan, kegiatan seperti ini juga bisa mengenalkan wilayah setempat ke publik dan media sosial lainnya. Insya Allah bagus untuk Semarang," tambahnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#run for rivers