Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mencekam, Polisi Gelar Simulasi Penanganan Demo May Day di Semarang

Muhammad Hariyanto • Senin, 27 April 2026 | 15:55 WIB
Polda Jawa Tengah melaksanakan pelatihan pelayanan pengamanan unjuk rasa yang disaksikan oleh Bapak Wakapolda dan para PJU serta Kapolres di jajaran Polda Jateng. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Polda Jawa Tengah melaksanakan pelatihan pelayanan pengamanan unjuk rasa yang disaksikan oleh Wakapolda dan para PJU serta Kapolres di jajaran Polda Jateng. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana Jalan Pahlawan tak seperti biasanya, pada Senin (27/4/2026) pagi.

Jalan Raya depan Kantor Gubernur Jateng dan DPRD Provinsi Jateng tersebut berubah mirip medan pertempuran. 

Lokasi jalan tersebut dipenuhi lautan manusia dari peserta unjuk rasa yang bentrok dengan kepolisian pengamanan aksi demo.

Massa melempari petugas kepolisian dengan berbagai benda, bahkan menggunakan molotov.

Baca Juga: Polisi Akan Panggil Pemilik Travel Haji dan Umroh Al Amanah di Semarang, Buntut Pelaporan Dugaan Penipuan

Padahal, awal aksi unjuk rasa ini berjalan tertib. Namun, situasi kemudian berkembang ketika sebagian peserta melakukan tindakan provokatif seperti mendorong barikade petugas dan melempar benda ke arah aparat.

Petugas melakukan langkah persuasif melalui negosiasi dan imbauan agar massa tetap menjaga ketertiban.

Namun, situasi semakin memanas, peserta aksi melakukan pelemparan-pelemparan menggunakan benda keras ke arah petugas. 

Situasi semakin tidak kondusif, hingga akhirnya terjadi kericuhan, bentrok antara peserta aksi dengan petugas kepolisian. Bahkan, peserta aksi menyandera seorang Polwan. 

Massa yang beringas, kepolisian mengambil, aparat menerapkan tahapan pengendalian massa sesuai prosedur, mulai dari penggunaan tameng, formasi, hingga tindakan pembubaran secara terukur. 

Hingga akhirnya, massa dipukul mundur, menggunakan watercanon.

Petugas Dalmas dan termasuk Resmob dan Brimob keluar mengambil langkah dan mengamankan sejumlah peserta aksi yang anarkis. Termasuk melepaskan sandera. Massa pun berhasil dibubarkan. 

Baca Juga: Sirnas Padel 2026 Cetak Rekor, 800 Atlet Dongkrak Wisata Olahraga Jateng

Peristiwa tersebut merupakan bagian simulasi yang dilakukan kepolisian guna meningkatkan kesiapsiagaan personil dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat terkait aksi unjuk rasa.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengungkapkan Polda Jawa Tengah melaksanakan pelatihan pelayanan pengamanan unjuk rasa yang disaksikan oleh Wakapolda dan para PJU serta Kapolres di jajaran Polda Jateng. 

"Dari tampilan pelayanan pengamanan unjuk rasa hari ini, dari tim khususnya negosiator, Dalmas awal, Dalmas lanjutan, Brimob, melakukan kegiatan secara profesional, dimana mereka dapat melaksanakan tugasnya khusunya pada saat menjelang hari May Day dan hari Heri berikutnya," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang usia kegiatan simulasi, Senin (27/4/2026). 

Terkait fokus pengamanan, Kombes Pol Artanto membeberkan, personel yang dilibatkan memberikan, memfasilitasi, melayani dan memberikan jaminan keamanan kepada pengunjuk rasa yang akan menyampaikan aspirasinya kepada pejabat.

Selain itu, juga ditekankan kepada para personil untuk lebih humanis dalam menjalankan tugasnya dalam melayani dan memfasilitasi pengamanan unjuk rasa. 

"Jadi pelatihan ini untuk memberikan pengalaman bagi petugas itu sendiri, agar mereka dapat melaksanakan pengamanan unjuk rasa secara humanis dan profesional. Sehingga para pengunjuk rasa merasa terayomi," bebernya. 

"Dan tentunya ada eskalasi-eskalasi dimana mereka memahami terhadap tugas yang dilakukan. Ketika eskalasi meningkat, atau mungkin chaos, tentunya kita harus segera bertindak secara tegas humanis dan profesional. Dan ini sudah kita tunjukan pada saat peragaan atau simulasi kegiatan hari ini," tegasnya.

Pihaknya menyebut, ada 2000 personel dari berbagai kesatuan yang dilibatkan dalam latihan atau simulasi ini. Menurutnya, nantinya para personel tersebut akan melaksanakan tugas persiapan pengamanan unjuk rasa selanjutnya.

 

"Semua kabupaten dan kota di Jawa Tengah ini sudah melakukan kegiatan pelatihan pengamanan pelayanan unjuk rasa ini, dan diharapkan mereka ready siaga, sudah siap melayani pelayanan dan pengamanan aksi unjuk rasa selanjutnya," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kapolda Jateng #mayday #Simulasi